Cuma Sedikit Guru Honor yang Lulus SKD CPNS, PGRI Minta Pemerintah Ubah Kebijakan

Bukan rahasia umum lagi jika berbagai problematika banyak dirasakan oleh guru honor. Mulai dari gaji yang rendah dan sulitnya pengangkatan

Cuma Sedikit Guru Honor yang Lulus SKD CPNS, PGRI Minta Pemerintah Ubah Kebijakan
SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel, Ahmad Zulinto Spd MM menanggapi persoalan kesejateraan guru honorer. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bukan rahasia umum lagi jika berbagai problematika banyak dirasakan oleh guru honor.

Mulai dari gaji, pengangkat jenjang PNS dan baru-baru ini batas usia guru honor yang tidak boleh melebihi 35 tahun, menjadi pil pahit yang harus ditelan oleh para guru honor.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel, Ahmad Zulinto Spd MM mengatakan, PGRI telah memberikan reaksi terhadap kebijakan usia tersebut.

"PGRI telah menyampaikan penolakan terhadap kebijakan batas usia tersebut. Masa kerja mereka juga harus diperhatikan. Kami sedang berusaha dan tidak akan menyerah untuk memperjuangkannya,"ujar Zulinto saat ditemui disela acara puncak HUT PGRI di PSCC, Selasa (27/11/2018).

Menurutnya, kebijakan batas usia pada guru honor akan mengurangi jumlah kuota guru. Hal ini akan bertentangan dengan fakta bahwa saat ini Provinsi Sumsel tengah kekurangan tenaga pendidik.

"Saat ini di wilayah sumsel ada lebih dari 3000 tenaga honor. Ini artinya guru honor kita sudah sangat banyak. Namun angka ini tidak bisa dikatakan cukup memenuhi kuota guru, mengingat fakta di lapangan kita sedang kekurangan banyak tenaga pengajar ,"kata Zulinto.

Terkait kebijakan pemerintah yang menerapkan kebijakan perangkingan pada peserta CPNS, disambut baik oleh Zulinto. Bahkan ia mengusulkan supaya dilakukan pengkajian ulang terkait seleksi SKD yang lalu.

"Bukan berarti saya meminta menurunkan Passing Grade. Hanya yang menjadi pertanyaan adalah kenapa banyak para guru honor yang tidak lulus,"ujarnya.

Menurut Zulinto, guru honor memiliki dua kelebihan dari para peserta CPNS yang lain. Pertama guru honor memiliki pengalaman dalam mengajar, kedua mereka bagaimana cara mereka menghadapi siswa.

"Maka dari itu, perlu ada evaluasi dari tes CPNS yang lalu. Apa penyebab banyaknya peserta yang tidak lulus. Apakah dari soalnya yang bermasalah atau ada permasalahan lain. Penyebabnya harus dicari dulu kemudian dilakukan evaluasi,"katanya.

Senada dengan Zulinto, Sekjen PB PGRI Dr M Qudrat Nugraha juga meminta agar pemerintah melakukan evaluasi dalam seleksi penerimaan CPNS.

"Sekitar 40 persen guru honor se Indonesia yang ikut CPNS. Faktanya hanya sedikit sekali yang bisa lanjut ke tahap selanjutnya. Maka dari itu kami PGRI, meminta pemerintah melakukan tindakan dalam menyikapi hal itu. Termasuk dengan mengkaji ulang seleksi tersebut,"ujarnya.

Saat ini total kuota keseluruhan guru di Indonesia, 45 persen diisi oleh tenaga honor.

"Memang masih lebih banyak yang PNS dari yang honor. Namun, para tenaga honor juga harus disejahterakan. Maka dari itu, PGRI akan selalu berusaha dan berupaya dalam mewujudkan kesejahteraan bagi tenaga honor,"ujarnya.

Ket foto : Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumsel, Ahmad Zulinto Spd MM menanggapi persoalan kesejateraan guru honorer

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved