Breaking News:

Dirayakan Hari Ini Tanggal 20 November, Ini Sekilas Tentang Sejarah Hari Anak Sedunia

Dirayakan Hari Ini Tanggal 20 November, Ini Sekilas Tentang Sejarah Hari Anak Sedunia

edukasi.kompas.com
Dirayakan Hari Ini Tanggal 20 November, Ini Sekilas Tentang Sejarah Hari Anak Sedunia 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dirayakan Hari Ini Tanggal 20 November, Ini Sekilas Tentang Sejarah Hari Anak Sedunia

Sebenarnya Hari Anak-anak ini dirayakan berbeda-beda tanggal di setiap negara, pada 23 Juli adalah Children's Day Indonesia (Hari Anak Indonesia).

Berdasarkan data dari Wikipedia, Tanggal 1 Juni adalah hari yang dijadikan merayakan Hari Anak sebanyak 50 negara.

Di Indonesia, Hari Anak diperingati setiap tanggal 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 44 tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.

Meskipun Hari Anak dirayakan secara global oleh sebagian besar negara di dunia pada 1 Juni.

Hari Anak Universal dirayakan negara terbanyak kedua yaitu sebanyak 25 negara setiap tahun pada 20 November.

Pertama kali diproklamasikan oleh Inggris pada tahun 1954, didirikan untuk mendorong semua negara untuk melembagakan satu hari ini.

Pertama untuk mengenalkan tentang pertukaran dan pengertian di antara anak-anak.

Dan kedua untuk memulai tindakan untuk memberi manfaat dan mempromosikan kesejahteraan anak-anak dunia.

Yang diamati untuk mempromosikan tujuan yang digariskan dalam Piagam dan untuk kesejahteraan anak-anak.

Pada 20 November 1959, PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak.

PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak pada 20 November 1989 dan dapat ditemukan di situs web Dewan Eropa. (Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ananda Bayu Sidarta)

Dilansir dari situs united nations, memperingati hari anak sedunia sebagai kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

Tanggal 20 November adalah tanggal yang penting.

Bertepatan pada 1959 ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak.

Kemudian di tahun 1989 ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi tentang Hak Anak.

Sejak 1990, Hari Anak Sedunia juga menandai ulang tahun dari tanggal di mana Majelis Umum PBB mengadopsi baik deklarasi dan konvensi tentang hak-hak anak.

Universal Children's Day atau hari anak sedunia memberi titik inspiratif untuk mengadvokasi, mempromosikan dan merayakan hak-hak anak.

Anak-anak Ambil Alih dan Mengubah Dunia

Tahun ini dunia menjadi biru!

United Nations meminta seluruh dunia untuk menjadi biru untuk membantu membangun dunia di mana setiap anak berada di sekolah, aman dari bahaya dan dapat memenuhi potensi mereka.

Ajakan seperti membagikan video untuk hari Anak, menandatangani petisi global dan menjadi biru dalam mendukung hak anak-anak di media sosial, dan masih banyak lagi.

Kemudian memperingati hari anak bisa merayakan dengan mengenakan pakaian atau aksesori serba biru.

Dilansir dari Thenational tahun 1989 juga menandai tahun ketika Konvensi Hak-hak Anak pertama kali disusun, diadopsi oleh Majelis Umum PBB dan ditandatangani oleh 196 negara.

Para pemimpin dunia berkumpul untuk mengakui pentingnya hak setiap anak untuk tumbuh dalam lingkungan keluarga, dalam suasana bahagia, cinta, dan pengertian.

Mereka juga mengakui perlunya anak-anak untuk hidup mandiri dan terpenuhi, dengan perlindungan dan perawatan khusus, serta perlindungan hukum.

Mereka yang lahir tahun itu telah lama tumbuh tetapi secara tragis, dunia belum melampaui kebutuhan untuk mengingat dan menghormati janjinya untuk melindungi anak-anaknya.

Dua puluh sembilan tahun kemudian, Hari Anak Sedunia ada baiknya mengingat kata-kata janji itu untuk membuat setiap anak merasa aman dan dicintai, dengan akses ke air bersih, pendidikan, dan suara.

Bahwa ada 262 juta anak-anak tidak bersekolah, 650 juta anak perempuan yang menikah sebelum usia 18 tahun, dan bahwa tahun lalu 5,4 juta meninggal karena penyakit.

Unicef ‚Äč‚Äčakan menandai hari itu dengan mengingatkan para pemimpin dunia tentang kewajiban mereka untuk melindungi kaum muda, dan memberi anak-anak sebuah platform untuk menyuarakan keprihatinan mereka.

Kita semua harus meluangkan waktu untuk mendengarkan. Melakukan hal itu dapat mengubah hidup mereka


Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved