Berita Muratara

Cara Mudah Buat Akta Kelahiran di Musirawas Utara (Muratara), Tidak Dikenakan Biaya Alias Gratis

Untuk membuat akta kelahiran di Kabupaten Muratara sangat mudah dan gampang. Berikut syarat pembuatan akta kelahiran di Muratara

Cara Mudah Buat Akta Kelahiran di Musirawas Utara (Muratara), Tidak Dikenakan Biaya Alias Gratis
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Foto Ilustrasi :AKTA KELAHIRAN - Warga melakukan pengisian data untuk mengurus akta kelahiran di Kantor Disdukcapil, Palembang, Jumat (9/3/2018). 
 
Cara Mudah Buat Akta Kelahiran di Musirawas Utara (Muratara), Tidak Dikenakan Biaya Alias Gratis
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian 
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Pembuatan akta kelahiran anak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih minim.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kesulitan melakukan validasi data jumlah penduduk karena minimnya data akta kelahiran. 
Kepala Bidang Pendaftaran Disdukcapil Muratara, Firdaus mengatakan bahwa seluruh anak di Kabupaten Muratara wajib miliki akta kelahiran.
"Tapi di kabupaten kita tercatat sekitar 26.000 lebih anak yang belum memiliki akta kelahiran, padahal pembuatannya gratis atau tidak dipungut biaya," kata Firdaus. 
Memang lanjut Firdaus, biasanya kendala masyarakat yang belum atau tidak membuat akta kelahiran kemungkinan karena jarak mereka jauh untuk mendatangi kantor Disdukcapil. 
"Tapi itu bukan alasan bagi orangtua yang tidak membuat akta kelahiran anaknya karena bisa melalui pihak kecamatan masing masing, nanti pihak kecamatan yang mengantarkan ke kita," ungkapnya. 
Untuk membuat akta kelahiran di Kabupaten Muratara sangat mudah dan gampang.
Berikut Tribunsumsel.com rangkum dari hasil wawancara dengan pihak Disdukcapil.
Berikut syarat pembuatan akta kelahiran di Muratara.
-Bawa surat keterangan kelahiran dari bidan desa
-Surat pengantar dari kepada desa dan kartu keluarga (KK) orangtua. 
-Syarat lengkap bisa langsung di cetak
-Tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis
Ditambahkan Firdaus, pihaknya juga kesulita mendata warga yang telah meninggal.
Karena pihak keluarga tidak melaporkan, sebab Disdukcapil akan mengeluarkan akta kematian sehingga datanya akan dihapuskan. 
"Sebenarnya tidak melaporkan data kependudukan baik meninggal maupun melahirkan ini karena kurangnya kesadaran masyarakat," ujarnya.
Penulis: Farlin Addian
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved