Mengenal Nyamuk Anopheles Penyebab Malaria, Waspada Serangannya Pada Musim Hujan

Warga pada musim hujan diminta waspada saat ini. Pasalnya, penyakit malaria dan demam berdarah mudah menyerang warga

Tayang:
Sripo/ Ehdi Amin
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lahat H Ubaidillah SKM MKes 

Mengenal Nyamuk Anopheles Penyebab Malaria, Waspada Serangannya Pada Musim Hujan

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT- Warga pada musim hujan diminta waspada saat ini.

Pasalnya, penyakit malaria dan demam berdarah mudah menyerang warga.

Di Lahat sepanjang tahun 2018, ada satu kasus.

Seorang warga menderita penyakit malaria meninggal dunia yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles.

"Kalau di Puskesmas belum ada kasus meninggal akibat malaria. Namum, tetap harus diwaspadai," Kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lahat Ubaidillah, Rabu (14/11/2018).

Dijelaskan Ubaidillah, pada saat musim penghujan perindukan nyamuk banyak berkembang dan bertelur.

Sebab banyak tempat genangan air.

Baca: Marckho Meraudje Optimis Sriwijaya FC Sapu Bersih Kemenangan, Sisa 4 Laga Terakhir di Gojek Liga 1

Baca: Punya Kelainan Ini, Penyebab Meninggalnya Putra Kedua Ahmad Dhani dan Mulan Jameela

Mengatasi hal tersebut, masyarakat diminta untuk menjaga lingkungan tetap bersih, seperti menghindari adanya air yang tergenan.

Sebaiknya masyarakat melakukan 3M menguras, menutup dan mengubur.

"Seperti membersihkan lingkungan, rumput rumput yang basah, dan rumput yang sudah tinggi, biasanya nyamuk banyak bersarang disana," jelasnya.

Nyamuk anopheles dikutip dari environmentalscience.bayer.co.id mencakup 4 spesies yakni Anopheles balabacensis, Anopheles gambiae, Anopheles stephensi, dan Anopheles maculatus.

Nyamuk dewasa memiliki tubuh langsing yang terbagi menjadi tiga bagian: kepala, dada, dan perut.

Kepala digunakan untuk makan dan memperoleh informasi sensorik, terkadang thorax digunakan untuk bergerak, dan perut untuk pencernaan makanan dan pengembangan telur.

Baca: Ibu Sofyan Driver Taksi Online Meneteskan Air Mata di Depan Kapolda Sumsel, Ini Momen Pertemuannya

Baca: Hadir di Wisuda, Hotman Paris Menangis, Sang Putra Kesal Melihat Kelakuan Ayahnya Begini !

Nyamuk Anopheles dapat diidentifikasi dengan posisi istirahat khas mereka di mana perut mereka tetap di udara sejajar dengan permukaan di mana mereka beristirahat.

Sebagian besar nyamuk Anopheles aktif saat senja dan fajar, dan ada pula yang aktif di malam hari.

Mereka adalah serangga terbang yang lemah dan menjadi tidak aktif dalam kondisi berangin.

Hanya nyamuk betina yang menghisap darah untuk pengembangan telur.

Nyamuk ini dapat menghasilkan sekitar 50-200 butir telur per oviposisi.

Telur diletakkan secara tunggal di atas air dan akan menetas dalam waktu 2-3 hari.

Dalam kondisi tropis, dibutuhkan 10-14 hari untuk perkembangan telur menjadi dewasa.

Nyamuk betina dapat hidup sampai satu bulan sedangkan nyamuk jantan dapat hidup sampai satu minggu.

Nyamuk ini ditemukan di seluruh dunia kecuali Antartika.

Baca: Musim Hujan Telah Tiba, Bekali Si Kecil dengan Turtle Neck

Baca: Beri Penghormatan Terakhir Karo Kesra Provinsi Sumsel, Gubernur Herman Deru Jadi Inspektur Upacara

Habitanya, tahap larva dan pupa yang beraktivitas pada lingkungan berair.

Tempat perkembangbiakan mungkin sangat kecil - kolam air dekat dengan rumah atau sungai di dekatnya.

Nyamuk yang paling sering ditemukan di luar rumah, berdekatan dengan tempat aktivitas.

Selain menjadi hama, nyamuk Anopheles betina dapat menularkan penyakit yang mengancam jiwa terutama Malaria ketika memakan korbannya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved