Gempa Mamasa Sulbar, Jaringan Listrik dan Telekomuniasi Mati, Warga Pilih Mengungsi ke Lapangan Bola
Kerasnya getaran gempa, matinya jaringan listrik dan telekomunikasi membuat warga yang panik memilih mengungsi ke berbagai lokasi yang diperkirakan am
TRIBUNSUMSEL.COM-Listrik sempat mati total, kepanikan terjdi saat gempa magnitudo 5,5 mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat, pukul 02.35 WITA.
Getaran gempa terasa selain terasa di Mamasa, juga dirasakan warga di Mamuju, Toraja, Polewali, Majene, Toraja Utara hingga Palopo.
Kerasnya getaran gempa, matinya jaringan listrik dan telekomunikasi membuat warga yang panik memilih mengungsi ke berbagai lokasi yang diperkirakan aman di Mamasa.
Pantauan Kompas.com, lapangan bola dan taman-taman kota di Mamasa yang dinilai warga aman dari gempa menjadi tempat pengungsian warga.
Baca: Lulus Seleksi Panjang dan Ketat, Ini Daftar Nama 5 Komisioner (Anggota) KPU Sumsel Periode 2018-2023
Baca: Review Bohemian Rhapsody: Ini Tentang Rami Malek Memerankan Freddie di Film Biografi Queen
Mereka mengungsi sejak subuh dengan membawa harta seadanya. Para pengungsi datang dengan menumpang truk, mobil bak terbuka dan kendaraan lainnya.
Menurut para pengungsi, lapangan bola di Mamasa dinilai aman jika terjadi gempa susulan karena merupakan tempat terbuka.
Para pengungsi menggunakan terpal dan plastik sebagai alas agar mereka bisa duduk melantai di tanah.
Menurut cerita warga, mereka memilih mengungsi daripada terkena bangunan runtuh saat gempa.
Hingga pukul 10.00 WITA, pengungsi belum mau beranjak dari lapangan bola.
Warga mengaku masih takut bila terjadi gempa susulan. Sebab sudah empat hari terakhir Mamasa selalu diguncang gempa yang membuat mereka was-was.
Nelson Silalahi, salah satu pengungsi, mengatakan guncangan gempa dini hari tadi hingga subuh sangat keras dan membuat dia dan keluarganya sangat panik.
Baca: Poniman Tewas Tertusuk Senjata Sendiri saat Hendak Bacok Ibunya yang Tidak Mau Memberi Uang
Baca: Perjalanan Karir Aktor Korsel Lee Jong Suk dan 5 Drama Terpopuler yang Dimainkan
“Kami mengungsi sejak dini hari. Kami memilih lapangan terbuka seperti taman kota dan lapangan sepak bola karena kami anggap aman saat gempa susulan terjadi,” jelasnya.
Menurut Nelson, dia meninggalkan harta bendanya saat mengungsi. Kini ia hanya bisa berharap agar selama mengungsi tidak ada oknum penjahat yang kemudian melakukan penjarahan rumahnya.
Aktivitas warga Meski tak ada korban jiwa pada gempa dini hari tersebut, namun sejumlah bagunan tembok dan fasilitas publik seperti sekolah dan gedung lainnya dilaporkan mengalami kerusakan dan retak akibat guncangan gempa keras.
Akibat gempa, sejumlah kantor meliburkan aktivitas pegawainya. Lagipula, warga Mamasa saat ini kebanyakan mengungsi di lapangan dan taman kota.
Aktivitas dan kegiatan belajar mengajar juga diliburkan lantaran sebagian siswa trauma ke sekolah.
Hasil analisis BMKG dikutip dari akun resmi instagram @infobmkg, menunjukkan gempabumi yang terjadi berkekuatan M = 4.6 Skala Richter. Lokasi pusat gempa berada di darat, 6 Km Tenggara Mamasa - Sulawesi Barat pada koordinat 2.94 LS – 119.38 BT pada kedalaman 10 km,
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Saddang. Guncangan gempabumi dirasakan di Mamasa dan Toraja sebesar II-III MMI. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi BMKG.