CPNS

Dokter PNS Pelindo IV Tertangkap Nyambi Jadi Joki Tes SKD CPNS di Sulsel, Bayarannya Fantastis

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membongkar praktik joki tes seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon

Tribun Sumsel/ Abriansyah Liberto

TRIBUNSUMSEL.COM -- Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membongkar praktik joki tes seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon pegawai Negeri Sipil ( CPNS) 2018 pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusi ( Kemenkumham) Kota Makassar.

Polisi menyatakan bahwa sindikat joki tes SKD CPNS 2018 tersebut merupakan lulusan universitas ternama dari berbagai daerah. Bahkan ada dokter PNS Pelindo IV yang bertugas sebagai broker.

Joki tes SKD CPNS 2018 ini dibayar puluhan juta, bahkan ditawarkan dengan harga awal hingga ratusan juta rupiah.

Salah satu joki tes SKD CPNS 2018 yang terjaring oleh Polda Sulsel ternyata merupakan warga Jl Pasar Baru Sunter, Jakarta, yakni  Martin Tumpak (21).

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, Martin tertangkap saat pemeriksaan KTP dan kartu tes CPNS Kemenkumham di Aula RRI Makassar, Minggu (28/10/2018).

Selain Martin, polisi juga mengamankan Ahmad Lutfi, Hamdi Widi, dan Adi Putra.

Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Poli Irwan Anwar, dalam keterangannya, Selasa (30/10/2018), mengatakan, para joki ini pun terbilang pintar dan dengan mudah menyelesaikan soal-soal tes SKD seleksi CPNS 2018.

Menurut dia, Martin jadi joki seorang peserta seleksi CPNS Kemenkumham atas nama Musriadi, warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Selain Martin dan tiga temannya, polisi juga mengamankan dua tersangka lain yang tergabung dalam sindikat joki CPNS ini, yakni Musriadi dan dokter Wahyudi.

Suasana tes CPNS di Kanreng BKN VIII, Peserta CPNS hanya tiga orang
Suasana tes CPNS di Kanreng BKN VIII, Peserta CPNS hanya tiga orang (Humas Kanreg BKN VIII Banjarmasin untuk banjarmasinpost.co.id)

Bayaran Joki Tes SKD CPNS 2018 Capai 150 Juta

Menurut keterangan polisi, aksi perjokian ini terjadi dengan bantuan Wahyudi, seorang dokter dengan status PNS yang bertugas di Pelindo IV.

Kepala Polrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar dalam keterangannya, Selasa (30/10/2018), mengatakan, dokter Wahyudi bertugas sebagai broker yang mempertemukan joki tes dengan pengguna jasa.

Wahyudi saat ini tercatat bertugas sebagai Kepala Tenaga Kesehatan di Unit Pelaksana Tugas (UPT) PT Pelindo IV Makassar.

Untuk melancarkan upayanya sebagai broker, Wahyudi membuka les privat. Dia dengan mudah mendapatkan peserta CPNS yang akan digantikan dengan joki dari lulusan universitas ternama di sejumlah daerah di Indonesia.

Saat les privat itu, Wahyudi menawarkan jasa joki kepada CPNS dengan bayaran hingga Rp 150 juta jika telah dinyatakan lulus PNS.

“Dokter Wahyudi ini pun kemudian mencarikan dan mendatangkan joki lulusan universitas ternama dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta. Joki-joki yang disiapkan dokter Wahyudi ini pintar-pintar dan dengan mudah menyelesaikan soal-soal pada seleksi CPNS. Joki ini pun dibayar senilai Rp 25 juta hingga Rp 45 juta jika calonnya lulus jadi PNS,” ujarnya.

Suasana antrian pelamar CPNS 2018.
Suasana antrian pelamar CPNS 2018. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved