Hafisz Tohir: Masyarakat Harus Peduli Pileg, Agar Hasilkan Anggota yang Perjuangkan Rakyat

Jelang pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatang, masyarakat diharapkan peduli "care" dan melek, terhadap pesta demokrasi tersebut,

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Hafisz Tohir saat menjadi panelis dalam Forum diskusi Dwi Mingguan (Swara) kandidat, di Musi Mania Cafe Palembang, Jumat (19/10/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jelang pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatang, masyarakat diharapkan peduli "care" dan melek, terhadap pesta demokrasi tersebut, sehingga nantinya melahirkan anggota legislatif yang bisa memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Diskusi caleg ini bagus, sehingga masyarakat tahu kenapa ada calon nyaleg. Kita harus care terhadap demokrasi, kalau tidak nantinya diisi orang- oranf yang tidak memahami fungsi legalistifnya," kata anggota DPR RI dari dapil Sumsel I, Hafisz Tohir, disela-sela Forum diskusi Dwi Mingguan (Swara) kandidat, di Musi Mania Cafe Palembang, Jumat (19/10/2018).

Menurut politisi PAN ini, calon para wakil rakyat juga harus ingat dirinya dipilih rakyat, sehingga jika terpilih harus benar- benar bisa memperjuangkan suara rakyat bukan kepentingan pribadi dirinya sendiri.

"Harus diingat, dia dipilih rakyat sehingga harus menyuarakan suara rakyat. Negara ada pemerintahan, dan untuk penghubung rakyat perlu wakil rakyat. Jadi jika diberikan amanat rakyat, maka kita berkewajiban untuk menyuarakan suara rakyat," capnya.

Ditambahkan adik kandung Mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini, kepentingan masyarakat luas dan negara ada diatas segala- galanya, dibanding kepentingan golongan.

"Partai ini alat saja, dan tujuan kita bernegara mengutip ucapan Presiden AS, jika kita diangkat negara maka loyalitas kamu ke negara dan rakyat, bukan golongan tertentu," ujarnya.

Ditempat yang sama, caleg DPRD Sumsel dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Alvin Kennedy menyatakan meski dirinya berlatar belakang seorang pengusaha, namun dirinya bukanlah politisi dadakan atau karbitan, mengingat dirinya sudah 2 tahun masuk parpol.

"Saya ingin buat Indonesia maju dan sejahterah, khususnya di Sumsel. Saya menilai caleg harus melek ekonomi, karena saat ini perangnya ekonomi. Contoh konkrit saya beli lahan di Jambi semeter Rp 3 juta, sekarang sudah Rp15 juta permeter. Sehingga itu perlu legislatif dan eksekutif unyuk mengembangkan daerahnya demi sejahterah warganya," tandas Alvin.

Ketua DPW PSI Sumsel ini, memiliki visi bagaimana menyerap aspirasi masyarakat untuk mensejahterahkan warga.

"Kedua hal yang perlu diperhatikan, bagaimana kita bisa ikut mengawal dan menyusun anggaran. Dimana anggaran harus disusun dengan benar untuk kepentingan orang banyak," ungkapnya.

Sementara caleg DPRD Kota Palembang yang juga ketua DPC Hanura Palembang, Liza Sako mengungkapkan, dirinya bisa mewakili kaum perempuan dalam memperjuangkan aspirasi mayarakat khususnya perempuan.

"Saya akan melihat dari sisi perempuan apalagi saya ketua partai. Politik harus jadi solusi rakyat. Pejabat harys melayani bukan dilayani, dan harus nenepati janji dan komite itu ditepati.
Wanita banyak bekerja dengan hati nurani, bukan berarti politisasi laki- laki- laki tidak. Dimana wanita saya rasa lwbih bisa memegang janji bercermin dari keluarga, dan wanita bisa lebih santun tidak kotor lagi dalam perebutan jabatan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved