Pilpres 2019

Berawal Rasa Percaya, Pengakuan Prabowo Terjerat Tipu Daya Ratna Sarumpaet,Terancam Dipidana?

Terbongkarnya kasus kebohongan Ratna Sarumpaet terkait penganiayaan terhadap dirinya ternyata menimbulkan

Berawal Rasa Percaya, Pengakuan Prabowo Terjerat Tipu Daya Ratna Sarumpaet,Terancam Dipidana?
kolase/net
Prabowo Subianto dan Ratna Sarumpaet 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Terbongkarnya kasus kebohongan Ratna Sarumpaet terkait penganiayaan terhadap dirinya ternyata menimbulkan dampak kerugian bagi orang lain.

Salah satunya datang dari pasangan 02 Prabowo-Sandiaga yang ikut terjerat dalam kasus tersebut.

Prabowo dituding ikut menyebarkan berita hoax usai melakukan konfrensi pers terkait penganiayaan Ratna dan sempat mengutuk para pelaku.

Bahkan beberapa pihak seperti Farhat Abbas telah melaporkan Prabowo ke pihak yang berwenang.

Namun kemungkinan Prabowo ikut dipidanakan amat sulit terjadi.

Ratna Sarumpaet saat digiring ke Polda Metro Jaya, Jakarta. Kamis (4/10/2018) Ratna Sarumpat yang sebelumnya diamankan polisi Bandara Soekarno Hatta dicegah keluar negeri oleh imigrasi, Pencegahan Ratna Sarumpaet diduga terkait UU ITE.
Ratna Sarumpaet saat digiring ke Polda Metro Jaya, Jakarta. Kamis (4/10/2018) Ratna Sarumpat yang sebelumnya diamankan polisi Bandara Soekarno Hatta dicegah keluar negeri oleh imigrasi, Pencegahan Ratna Sarumpaet diduga terkait UU ITE. (warta kota)

Dijelaskan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK),Mahfud MD selaku Pakar Hukum Tata Negara orang yang turut menyiarkan berita bohong Ratna Sarumpaet tidak bisa dijerat UU ITE.

UU ITE, kata Mahfud, hanya untuk mereka yang sengaja menyebarkan, sementara para tokoh tersebut tidak sengaja menyebarkan.

"Kalau yang menyiarkan itu seperti Prabowo, Rachel Maryam, Amien Rais, Fadli Zon itu bisa iya, bisa tidak (dijerat hukum). Tapi dia tidak bisa dikenakan dengan UU ITE karena UU ITE itu disebutkan, dengan sengaja menyiarkan padahal tahu bahwa itu adalah kebohongan," ujar Mahfud.

"Menurut saya Prabowo, Amien Rais, Fadli Zon dan lainnya itu tidak sengaja tahu bahwa itu bohong, dia hanya terjebak oleh keterangan Ratna Sarumpaet."

"Oleh sebab itu, kemungkinan paling buruk, mereka bisa dikenakan pasal 14 ayat 2 dan pasal 15 UU tahun 1946, yaitu menyiarkan berita bohong yang patut diduga menimbulkan keonaran."

Baca: Sering Dituding PKI, Jokowi Minta Penuduh Datang ke Solo dan Lakukan ini Buktikan Kebenaran

Baca: Ratna Sarumpaet Berani Hoax, Prabowo Beberkan Kecurigaan Prabowo terkait Kebohongan Sang Aktivis

Baca: Sedih ! Ini Pesan Ulang Tahun yang Diberikan Putra Indro Warkop Buat Sang Ibu Tengah Sakit Kanker

Baca: Beredar Foto Mesra Hilda Vitria dan Kriss Hatta di Atas Kasur, Benda di Jari Jadi Perhatian

Halaman
123
Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved