Berita Sriwijaya FC

Soal Kegaduhan Sriwijaya FC : Muddai Madang Ungkap Ada Orang yang Sudah Kepingin Kelola SFC

Penyebab kisruh di tubuh manajemen Sriwijaya FC akhirnya satu persatu mulai diungkap manajemen.

Editor: M. Syah Beni
Tribun Sumsel

Lantas bagaiamana tanggapan manajemen SFC ?

Tribunsumsel.com melakukan konfirmasi ke Komisaris Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang.

Muddai yang kini juga menjabat sebagai PLT Direktur Utama PT SOM mengaku sedang berada di London.

Namun dirinya menjawab beberapa pertanyaan Tribunsumsel.com seputar masalah SFC ini.

"Kata orang itu jangan bicara saat penonton tepuk tangan, tidak akan terdengar suaranya. Itulah mengapa manajemen belum bicara saat banyak kegaduhan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sekarang saat kegaduhan itu mulai redam, manajemen memilih untuk memberikan penjelasan.

Berikut penuturan Muddai Madang soal kegaduhan yang terjadi.

Intinya hiruk pikuk yang terjadi beberapa hari belakangan ini terkait dengan SFC, ya, pada dasarnya SFC ini adalah klub profesional yang dikelola secara profesional juga melalui PT Sriwijaya Optimis Mandiri.

PT SOM ini ada manajemen ada BOD-nya, ada komisarisnya. 

Manajemen bertanggung jawab kepada pemegang saham, siapa pun itu pemegang sahamnya.

Pemegang sahamnya termasuk juga saya, yang mana saya posisi sebagai Komisaris Utama, sekaligus saat ini saya merangkap sebagai Plt Direktur Utama sampai dengan Direktur Utama ditunjuk melalui RUPS.

Terkait dengan ada keinginan beberapa oknum yang mana menginginkan manajemen sekarang ini harus segera melapor kepada gubernur baru, pada prinsipnya kami manajemen ini melapor kepada pemegang saham, siapa pun pemegang sahamnya.

Pemegang saham selain saya ada juga teman-teman yang lain dan juga Yayasan Sekolah Sepakbola. Yayasan Sepakbola ini adalah yayasan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumsel.

Bisa saja gubernur itu langsung incharge sebagai gubernur kepala daerah provinsi.

Jadi nanti kami tentu akan menyampaikan ini kepada pemegang saham, kepada gubernur, apabila pak gubernurnya berkenan, kan begitu. Ada waktunya nanti manajemen itu melapor, tapi tidak bisa dipaksa-paksa melalui sosial media. Ini ada aturannya, ada mekanismenya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved