Hari Tasyrik
Inilah Keutamaan Hari Tasyrik 11, 12, 13 Dzulhijjah Hingga Allah Pun Mengistimewakannya
amalan hari tasyrik, hari tasyrik adalah hari yang yang dimuliakan Allah tanggal 11, 12,13, Dzulhijjah
TRIBUNSUMSEL.COM-Hari Tasyrik adalah hari penuh kemuliaan bagi umat Islam yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah atau pada Kamis hingga Jumat (23-25/8/2018) seperti dikutip dari kalender hijriah yang dikeluarkan al-habib.info.
Pada hari itu jamaah haji sedang melaksanakan ritual melempar jumrah, dan hari dimana umat Islam di seluruh dunia tengah sibuk menyembelih hewan kurban.
Dilansir dari Konsultasisyariah.com, istilah tasyrik diambil dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit.
Menjemur sesuatu, dalam bahasa Arab dinyatakan: [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ].
Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Ada juga yang menyatakan, bahwa hari tasyrik meliputi empat hari, hari Idul Adha dan 3 hari setelahnya.
Abu Ubaid mengatakan:
Ada dua pendapat ulama tentang alasan penamaan hari-hari tersebut dengan hari tasyrik:
Pertama, dinamakan hari tasyrik karena kaum muslimin pada hari itu menjemur daging kurban untuk dibuat dendeng.
Kedua, karena kegiatan berqurban, tidak dilakukan, kecuali setelah terbit matahari. (Lisanul Arab, 10:173).
Keutamaan Hari Tasyrik
Allah berfirman,
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203).
Yang dimaksud dengan “hari-hari yang terbilang” adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu hari tasyrik.
Ini merupakan pendapat Ibnu Umar dan mayoritas ulama.