Sempat Dikabarkan Tewas, Wartawan Jepang yang Ditahan ISIS Masih Hidup Hingga Kini
Seorang wartawan Jepang, Junpei Yasuda (44) masih hidup hingga kini. Diculik sejak tiga tahun lalu dari Siria oleh kelompok ISIS
TRIBUNSUMSEL.COM -- Seorang wartawan Jepang, Junpei Yasuda (44) masih hidup hingga kini. Diculik sejak tiga tahun lalu dari Siria oleh kelompok ISIS khususnya Hay’at Tahrir al-Sham yang mengambil alih dari Jabhat al-Nusra. Uang tebusan diminta 10 juta dolar AS bagi Yasuda.
"Pemerintah Jepang tidak mau dan tidak bisa bernegosiasi dengan kalangan teroris," papar sumber Tribunnews.com Jumat ini (13/7/2018).
"Saya yakin Yasuda masih hidup hingga kini," papar Kosuke Tsuneoke wartawan Jepang spesialis ISIS, khusus kepada Tribunnews.com Jumat ini (13/7/2018).
Yasuda, freelance reporter yang meliput daerah perang di Timur Tengah memasuki Siria lewat Turki bulan Juni 2015 ditangkap 22 Juni 2015.
Kemudian ditangkap kelompok ISIS Jabhat al-Nusra dan akhirnya diserahkan ke kelompok Hay’at Tahrir al-Sham .
Kelompok tersbeut meminta uang tebusan sebesar 10 juta dolar AS.
"Pasti tidak akan ada orang yang mau dan bisa memberikan uang sejumlah itu," tekan Tsuneoka lagi.
Tarik Abdul Haq, warga Siria mengatakan telah melakukan kontak dengan Yasuda lewat facebook.
Video yang muncul di facebook tersebut diperkirakan dibuat 17 Oktober 2017.
Yasuda tampak baik, hanya lebih kurus dan tambah berewokan. Dia bicara bahasa Inggris menyebutkan dirinya baik-baik.
"Saya Junpei Yasuda, Saya ditangkap 22 Juni 2015. Saya berharap keluarga juga baik-baik dan saya akan menemui kalian segera. Tunggu saya ya. Jangan lupakan saya, jangan patah semangat, saya pasti pulang," paparnya selama kira-kira 30 detik video klip tersebut.
Menurut Tsuneoka, "Kalau melihat video klip itu sama seperti tempatnya seperti video klipnya di masa lalu. Jadi dia masih di tempat yang sama di lokasi penculiknya yang dulu."
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wartawan Jepang Yang Diculik ISIS Tiga Tahun Lalu Ternyata Masih Hidup Hingga Kini,