Jokowi ke Palembang
Saat Jokowi ke Palembang, Hindari Jalan-jalan Ini Agar Tak terkena Pengurangan Volume Kendaraan
Kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja di Palembang akan dilakukan pengamanan gabungan baik dari TNI, Polri
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka kunjungan kerja di Palembang akan dilakukan pengamanan gabungan baik dari TNI, Polri dan instansi pemerintahan terkait.
Selain pengamanan, pengaturan lalu lintas juga dilakukan untuk rombongan presiden melintas.
Satlantas Polresta Palembang, melakukan pengaturan lalu lintas untuk jalur yang akan dilewati rombongan presiden.
Skema pengaturan lalu lintas akan digunakan saat pelaksanaan Asian Games.
"Skema pengaturan lalu lintas untuk jalur presiden menggunakan format saat berlangsungnya Asian Games."
Jadi, ini sekaligus sebagai gladi pengaturan lalu lintas untuk Asian Games," ujar Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Andi Baso Rahman, Kamis (12/7).
Pengaturan arus lalu lintas untuk jalur rombongan presiden, bukan menggunakan pengalihan arus atau rekayasa lalu lintas.
Konsepnya menggunakan skema pengurangan jumlah volume kendaraan yang melintas di jalan-jalan protokol terutama di jalur yang akan dilalui Presiden Joko Widodo.
Pengurangan volume kendaraan, akan dilakukan mulai dari Simpang 4 Charitas hingga ke Jalan HA Bastari Jakabaring Palembang.
Pengaturan akan lebih ditingkatkan di Cinde, seputaran Jalan Kolonel Atmo, Jenderal Sudirman tepatnya depan Masjid Agung Palembang, Jembatan Ampera hingga menuju ke Jakabaring.
Di seputaran Cinde, pengurangan kendaraan akan dilakukan dan akan diarahkan ke Veteran dan Kapten A Rivai.
Begitu pula di jalan Kolonel Atmo, kendaraan akan diarahkan ke Jalan Veteran.
"Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Cinde, Masjid Agung hingga Jakabaring akan disterilkan."
"Steril disini bukan tidak boleh kendaraan melintas, melainkan tidak ada kendaraan yang parkir di pinggir jalan."
"Bila masih parkir, maka akan dilakukan penilangan dan kendaraannya akan di derek," ungkapnya.
Meski tidak ada pengalihan arus, rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan, tetapi Kompol Andi mengharapkan masyarakat untuk memilih jalur alternatif lain dari Seberang Ilir ke Seberang Ulu dan sebaliknya.
Pengendara dihimbau untuk ke arah Musi II Palembang bila ingin ke Seberang Ulu.
Agar tidak terkena skema pengurangan volume kendaraan saat kunjungan kerja Presiden Jokowi selama di Palembang.
Sedangkan, untuk pengendara yang datang dari Seberang Ulu menuju ke Seberang Ilir, juga akan di arahkan ke arah Jembatan Musi 2 Palembang.
Pengendara yang datang dari arah Jakabaring akan di arahkan ke Kertapati maupun Plaju.
Sehingga, tidak ada kendaraan yang naik ke atas fly over dan Jembatan Ampera.
"Saat salat Jumat, juga akan diberlakukan seperti itu. Ketika rombongan presiden akan menuju ke Majid Agung Palembang, seluruh kendaraan yang datang dari arah Jakabaring akan diarahkan ke Kertapati dan Plaju."