Diduga Banyak Kejanggalan di Ijazah Cawagub Sumsel Ini, Alumni STM Lakukan Ini

Meski pencoblosan Pilkada Sumsel kurang dari sebulan lagi, namun dugaan penggunaan ijazah yang dilakukan calon wakil Gubernur

Diduga Banyak Kejanggalan di Ijazah Cawagub Sumsel Ini, Alumni STM Lakukan Ini
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meski pencoblosan Pilkada Sumsel kurang dari sebulan lagi, namun dugaan penggunaan ijazah yang dilakukan calon wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya terus bergulir.

Seperti yang diungkapkan Ormas Putra Sriwijaya Sumsel, Mas Agus Rudi yang telah melaporkan kasus dugaan ijazah palsu tetsebut ke Bareskrim Mabes Polri, pada 25 Mei lalu.

"Kami menanggapi keluhan element masyarakat Sumsel selama ini, dan pada 25 Mei lalu, kami sudaj melakukan audensi ke Mabes Polri dan disarankan Sespri Kapolri diarahkan ke Bareskrim dan telah diterima staff Bareskrim Mabes Polri, laporan kami," kata Agus saat menggelar jumpa pers bersama beberapa alumni STM di Palembang, Minggu (3/6).

Diterangkan Agus, pihaknya mempersoalkan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap sosok calon kepala daerah yang ada, dan telah dianggap membohongi publik selama ini.

 "Kita menuntut pengungkapan kasus dugaan ijazah palsu ini dituntaskan, dan dalam waktu dekat kami akan kembali ke Bareskrim Mabes Polri," tandasnya.

Sementara, Syamsul Rizal yang merupakan pensiunan PT Pusri ikut menyuarakan keprihatinan adanya penggunaan ijazah palsu oleh salah satu paslon di Pilgub Sumsel.

Dirinya juga menegaskan jika masalah ini sudah lama dipersoalkannya, dan tidak ada dendam pribadi dirinya dengan Mawardi.

Namun lebih ke tanggung jawab dirinya selaku masyarakat untuk Pilkada yang demokratis.

"Kita tuntut tim forensik lakukan penyelidikan ulang, meski ini sudah dilakukan pada 2004 lalu. Namun karena kita orang lemah tidak bisa berbuat apa- apa, apalagi kabarnya terduga (Mawardi) menggunakan pengaruh uangnya untuk kasus dugaan ijazah palsu itu dihentikan," kesalnya.

Dari ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang dikeluarkan Sekolah Teknologi Menengah (STM) jurusan Pertamabangan pada 1977 lalu, dirinya mengetahui jika tidak pernah ada siswa bernama Mawardi atau Mawardi Yahya saat itu.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved