Berita Palembang
Ribuan Driver Online Hari Ini Geruduk Gedung Dewan, 'Kami Korban Perang Promo'
"Mereka itu bersaing promo sesama aplikasi, tapi kami ini yang menjadi korban perang promo ini," ujar Sekretaris Asosiasi Driver Online (ADO)
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sekitar 5.000 driver online akan turun di jalan pada hari ini. Hal itu buntut dari kebijakan pemilik aplikasi yang mereka tidakmasuk akal.
Karena mengutamakan promo pada produknya, membuat para driver harus menjadi korban.
"Mereka itu bersaing promo sesama aplikasi, tapi kami ini yang menjadi korban perang promo ini," ujar Sekretaris Asosiasi Driver Online (ADO), Malwadi saat dibincangi Tribunsumsel.
Dalam aksinya ini, Malwadi menyebut, ada tiga tututan yang akan disampaikan.
Pertama, driver online meminta perusahaan pemilik untuk meminta penyesuaian tarif kembali.
"Kami memberi contoh, misal dulu Gojek ya, tarifnya itu 3000 per kilometer tapi sekarang hanya sekitar Rp 1.000 per kmnya. Itu jelas memberatkan," katanya.
Lalu, driver ini meminta penurunan skema point yang dirasa sangat memberatkan, dan yang terakhir, para driver meminta penilaian performa seperti semula.
"Saya kasih contoh Gojek saja ya. Dulu point maksimalnya itu hanya 13 tapi sekarang 18, berat itu."
"Lalu dulu performa itu hanya 60 persen, tapi sekarang 75 persen. Susah dipenuhi," tegasnya.
Malwadi menerangkan, rencananya para driver ini akan menggelar long march dari pusat demo di kantor DPRD Sumsel, ke kantor Grab di PSCC, dan PT Gojek Indonesia (PT GI) di kawasan Jalan Basuki Rahmat.
Namun, Malwadi menerangkan, hal tersebut tidak akan terjadi, jika pimpinan perusahaan tersebut mau menemui mereka saat menggelar aksi di kantor DPRD Sumsel.
"Kami sudah undang mereka untuk datang. Tapi yang kami minta bukan perwakilannya, langsung pimpinannya. Pak Petrus kalau PTGI, dan pak Siswantoro untuk Grab."
"Tapi kalau mereka tidak datang, ya otomatis kami akan long march, kami datang mereka," jelasnya.
Dengan massa sekitar 5.000 yang akan turun ke jalan. Otomatis akan membuat beberapa ruas jalan di kota Palembang, menjadi macet.
Untuk itu, Malwadi mewakili para driver online meminta maaf kepada masyarakat.