Berita Banyuasin
Penumpang Menjerit-jerit Histeris Kapal Fery Kahyong Utara Terbalik Seperti Titanic
Ahmad Wuri Prioto kaget karena kemudi kapal fery Kahyong Utara yang dia nakhodai tiba-tiba patah, Senin (29/2) malam. Suasana gelap.
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Ahmad Wuri Prioto kaget karena kemudi kapal fery Kahyong Utara yang dia nakhodai tiba-tiba patah, Senin (29/2) malam. Suasana gelap.
Kapal tetap melaju tak terkendali sehingga keluar jalur pelayaran menuju Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-api, Banyuasin.
Kapal milik PT ALP mengangkut 29 penumpang, 7 orang anak buah kapal (ABK), 8 unit mobil truk, 1 unit mobil pribadi dan 3 unit sepeda motor, berangkat dari Pelabuhan Tanjung Kalian, Bangka pukul 17.00 WIB.
Brukk...!!! Tiba-tiba kapal kandas di laut dangkal Pulau Gosongan yang jaraknya sekitar 3 mil dari Pelabuhan TAA.
Para penumpang panik mendapati kapal tak lagi bergerak. ABK membagikan pelampung.
Semalaman kapal kandas, diperparah air mulai menyurut.
Delapan jam lamanya nahkoda kapal berjuang agar kapal berjalan mundur. Rasa takut menyergap penumpang.
Selasa (20/2) pukul 05.30, hahkoda Ahmad Wuri kembali memaksa kapal untuk bergerak mundur.
Namun, kapal malah oleng lantas terbalik ke sisi kanan.
Kendaraan truk, mobil, dan motor di geladak kapal ikut terjatuh ke laut. Penumpang menjerit-jerit histeris.
Akibat kecelakaan ini, seorang ABK bernama Hanafi (20) hilang dan masih dilakukan pencarian. Sedangkan semua penumpang selamat ditolong tim evakuasi.
"Semalaman kapal kami kandas karena air surut. Kami berjuang sekuat tenaga agar kapal mundur walau kemudi patah."
"Kapal tenggelam separuh pagi tadi dan air mulai naik," kata Ahmad Wuri, diwawancarai Tribun setelah berhasil dievakuasi.
Dia bercerita, semua penumpang histeris. Penumpang diberi pelampung, dan saat kapal miring, penumpang banyak berpegangan di kapal.
Suasana mirip seperti di film 'Titanic', kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912.