Pilkada Palembang

Dinilai Masih Rawan, Dukungan Akhor Masih Banyak TMS Temuan Dilapangan

Bakal calon walikota dan wakil Wakil Walikota Palembang dari jalur perorangan, M Akbar Alfaro-Hernoe

Dinilai Masih Rawan, Dukungan Akhor Masih Banyak TMS Temuan Dilapangan
Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
Dinilai Masih Rawan, Dukungan Akhor Masih Banyak TMS Temuan Dilapangan 

TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - Bakal calon walikota dan wakil Wakil Walikota Palembang dari jalur perorangan, M Akbar Alfaro-Hernoe (Akhor) saat ini posisinya masih rawan agar bisa ikut meramaikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Palembang.

Pasalanya, dari syarat minimal untuk maju jalur independen pasangan calon harus mengumpulkan bukti dukungan KTP minimal 74.361 atau 6,5 persen dari jumlah pemilih, ternyata pada verifikasi faktual oleh KPU Palembang dinyatakan dukungan memenuhi syarat hanya 26.711 dukungan.

Sehingga harus menyerahkan kembali perbaikan dukungan untuk memenuhi.

Baca: Kecanduan Main Diwarnet, 2 Pelajar Ini Nekat Bobol Rumah Cerita Sebenarnya Bikin Jengkel

Dalam perbaikan dukungan tersebut pasangan Akhor akhirnya menyerahkan kembali dukungan sebanyak 102.736 dukungan, dimana jumlah tersebut melebih target yang ditetapkan KPU Palembang yaitu 95.300.

Hingga verifikasi faktual ditingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat kelurahan yang dilaksanakan dari 30 Januari hingga 5 Februari, sejumlah PPS masih menemukan dukungan yang tidak memsnuhi syarat (TMS).

"Kalau di tempat kami (PPS Kelurahan 20 Ilir D II), dari 450 dukungan yang diberikan, masih banyak dukungan tidak memenuhi syarat saat ini. Namum proses verifikasi belum selesai semuanya dan akan dilakukan pleno," kata anggota PPS 20 Ilir D II Zulkarnain, Kamis (1/2/2018).

Baca: Kabar Duka, Ibu Istri Bupati Muaraenim Meninggal Dunia

Diterangkannya, dari data yang mereka terima dari KPU, data sebagian besar data lama yang sempat mereka lakukan verifikasi faktual juga sebelumnya.

"Kalau saya lihat, data yang lama itulah ditambah sebagian data yang belum digarap sebelumnya sekitar 20 persen. Dimana data yang lama sebagian fiktif atau ganda," capnya.

Halaman
123
Penulis: Ari Wibowo
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved