Pria Pergi ke Stasiun Kereta Api Setiap Malam Cuma Demi Ini, Alasannya Bakal Bikin Kamu Nangis
Seorang penumpang yang kebetulan ada di sana, telah menangkap momen tersebut dan mngabadikannya lewat foto dan mengunggahnya ke internet.
Penulis: Kharisma Tri Saputra | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang suami yang setia dan ayah yang penuh kasih sayang.
Karena tuntutan hidup, dia rela meninggalkan keluarga demi anak dan istrinya.
Tapi kerinduan pada keluarga tak teratasi juga.
Salah satu cara untuk melihat keluarganya yang jauh adalah melalui video call yang pasti menggunakan koneksi internet.
Mau beli paket internet, dia perlu menghemat uang.

Jadi satu-satunya pilihan yang tersedia adalah menghabiskan setiap malam berjalan ke stasiun kereta terdekat untuk koneksi wifi gratis.
Cerita yang menyentuh hati ini menjadi viral saat pria ini melakukan video call ke keluarganya awal bulan ini.
Seorang penumpang yang kebetulan ada di sana, telah menangkap momen tersebut dan mngabadikannya lewat foto dan mengunggahnya ke internet.
Dilansir siakapkeli, foto yang dibagikan oleh pengguna itu telah menuai banyak komentar orang dengan beberapa orang mengungkapkan rasa kasihan padanya.

Seseorang juga mempertanyakan mengapa dia tidak membayar paket data bulanan sehingga dia bisa melakukan video call setiap hari di asrama pekerja.
Ge Yuanzheng, yang berasal dari provinsi Henan, sama seperti kebanyakan pekerja asing China lainnya.
Mereka harus menetapkan anggaran yang ketat setiap bulan untuk membantu keluarga.
Gee pindah ke China timur pada bulan Oktober dan bekerja di sektor konstruksi.

Gajinya 200-300 yuan atau setara dengan (sekitar Rp 338 ribu - 676 ribu per hari).
Dia tinggal di asrama bersama teman-temannya dan hanya cukup makan.
Menurut Ge, dalam waktu tiga bulan dia berada di Shanghai, dia belum pernah mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal karena takut menghabiskan uangnya.
Bagi Ge, hal yang jauh lebih penting adalah selalu terhubung dengan orang yang dicintai di rumah.

Meski begitu, jelas bahwa tidak ada alasan baginya untuk mengeluarkan uang.
Ada koneksi internet yang sangat baik di stasiun kereta bawah tanah di daerahnya yang dapat digunakan.
"Saya tidak ingin mengeluarkan uang, tapi saya rindu rumah dan ingin berbicara dengan keluarga saya," katanya.
Ge mengatakan bahwa dia berjalan ke stasiun kereta api setiap malam, di mana dia bisa duduk dan mengobrol dengan nyaman.

Setelah ceritanya menjadi viral, istri Ge yang tidak disebutkan namanya melihat gambar itu.
Awalnya dia sedih karena mengira suaminya harus berjalan-jalan di kota setiap malam hanya untuk melakukan video call ke keluarga.
Tapi dia senang saat Ge menjelaskan bahwa dia dalam keadaan baik.
Pasangan itu memiliki dua anak, seorang laki-laki yang sudah bekerja dan perempuan yang belajar menjadi perawat.
Biaya pendidikan untuk putra bungsunya sekitar 30.000 yuan, lebih dari (sekitar Rp 609 juta) setahun.
