Berita Muratara

Selalu Diguyur Hujan, Giliran Petani Karet di Muratara Keluhkan Ini

Turunnya hujan merupakan keberkahan bagi warga agar tidak mengalami kesulita mencari sumber air atau kekeringan, Kamis (4/1/2018).

tribunsumsel.com/ari wibowo
Kebun Karet warga di Kecamatan Talang Ubi, terendam air hujan. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Turunnya hujan merupakan keberkahan bagi warga agar tidak mengalami kesulitan mencari sumber air atau kekeringan, Kamis (4/1/2018).

Namun jika hujan yang berlebihan bisa berdampak kerugian pada masyarakat bahkan dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir.

Baca: Warna Air Sungai di Muratara Mulai Menguning, Ini Yang Warga Takutkan

Sehingga, pasca hujan beberapa malam terakhir bukannya senang malah menjadi keluhan warga di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.

Seperti petani padi sawah mengeluhkan puluhan hektar sawah milik warga terendam air akibat sungai Lake meluap pasca hujan.

Keluhan warga bukan sampai disitu bahkan petani karet, dimana setelah mereka selesai menyadap karet langsung diguyur hujan sehingga hasil sadapannya yang belum beku langsung bercampur air.

Baca: 5 Fakta Speedboat yang Kecelakaan di Tanjung Serai, Sampai Terbelah dan Lokasi yang Banyak Buaya

Menurut Bidin warga setempat mengatakan memang cuaca beberapa hari terakhir tidak bisa ditebak karena walaupun sore hujan bahkan malam bisa terjadi hujan lagi.

"Sehingga setiap kita selesai menyadap karet kalau diguyur hujan sebelum karetnya beku maka hilang semua getahnya bercampur air," katanya.

Bahkan pernah dalam sehari pasca hujan malam matahari tidak timbul alias tertutup awan hitam menggumpal dan cuaca selalu mendung ditambah dengan gerimis, sehingga petani karet terpaksa tidak kekebun.

Baca: Fakta Terbaru Kasus Narkoba Jennifer Dunn, Ternyata Mbah Mijan Pernah Meramal Begini

"Kalau hujan sampai pagi kita tidak kekebun, sementara pengeluaran kita tiap hari terus bergulir untuk biaya makan, anak sekolah dan yang keperluan lain," ujarnya.

Apalagi saat ini harga karet belum ada peningkatan masih seharga Rp 7.000 itupun karet pilihan kualitas bagus sedangkan kualitas biasa yang buat warga dibawa harga itu.

"Kita berharap walaupun musim penghujan kesulitan mencari getah karet bisa diimbangi dengan harga yang tinggi," ucapnya.

Baca:

Lokasi Tenggelamnya Speedboat di Banyuasin Dihuni Banyak Buaya, Basarnas Tak Berani Menyelam

Ini Dia Sederet Potret Istri Wakil Walikota Gorontalo yang Ditangkap BNNP Saat Pesta Sabu

Update Berita Speedboat Tenggelam : 11 Korban yang Hilang Belum Ditemukan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved