Berita Prabumulih
Hujan Deras Sejak Malam, Puluhan Rumah Warga di Prabumulih Tenggelam
Akibat hujan deras melanda kota Prabumulih sejak semalam hingga Rabu (20/12/2017) sekitar pukul 11.00,
Penulis: Edison | Editor: Melisa Wulandari
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
PRABUMULIH, TRIBUNSUMSEL.COM - Akibat hujan deras melanda kota Prabumulih sejak semalam hingga Rabu (20/12/2017) sekitar pukul 11.00, puluhan rumah warga di sejumlah kelurahan bantaran sungai Kelekar dan Sungai Manau mengalami kebanjiran.
Pantauan Tribunsumsel.com, beberapa wilayah yang mengalami kebanjiran antara lain di kawasan Kelurahan Majasari, Kelurahan Gunung Ibul, Kelurahan Sukaraja, Kebun Duren dan Karang Raja, Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur dan beberapa wilayah di Kecamatan lain.
Banjir tidak hanya menggenangi jalan dan lingkungan warga namun juga masuk ke sejumlah rumah-rumah warga dan merendam perkebunan.
Tak main-main, ketinggian air mulai dari lutut hingga pinggang pria dewasa.
Tidak hanya menyebabkan perabot rumah warga basah, banjir yang membuat warga panik sejak malam itu bahkan menyebabkan aktivitas kerja maupun sekolah warga terganggu.
"Banjir sangat tinggi akibat hujan semalaman hingga siang, sungai kelekar meluap membuat rumah warga di bantaran sungai kebanjiran hingga ketinggian pinggang," ungkap Rosdiana (27), satu diantara warga Kelurahan Majasari
Rosdiana mengatakan, akibat banjir yang dialaminya bersama puluhan warga membuat aktifitas bekerja menjadi terganggu.
"Kalau sore atau malam ini (kemarin-red) ujan lagi bisa tenggelam rumah kami, sekarang saja sudah setinggi pinggang. Aktivitas terganggu, perabot rumah basah, bagaimana mau kerja kalau was-was," katanya.
Hal yang sama disampaikan Ketua RT 06 Kelurahan Majasari, Gunadi. Menurut Gunadi, banjir yang rutin terjadi jika hujan deras tersebut terjadi diduga akibat dibagian hilir sungai terjadi penyempitan dan pendangkalan air.
"Di tempat kami ini jika hujan deras pasti banjir, sekarang ini cukup parah, sampai ketinggian pinggang dan rumah warga sudah kemasukan air," ujarnya.
Gunadi menuturkan, di wilayah Rukun tetangga yang dipimpinnya terdapat 106 kepala keluarga yang sebagian besar rumah warga terendam banjir.
"Selain RT kami, di RT 05 dan 06 juga banjir bahkan lebih parah. Kami berharap pemerintah kota memiliki solusi mengatasi banjir ini sehingga tidak terjadi tiap hujan dan menyusahkan warga," harapnya.
Terpisah, Nawi, satu diantara warga dusun Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.
Menurut Nawi, selain banjir disebabkan air sungai meluap di tempat tinggalnya banjir disebabkan karena jeleknya sistem drainase jalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/banjir_20171220_184646.jpg)