Recanakan Blokade Jalan, Nama Aliansi Masyarakat Muratara Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding

Bahkan santer diisukan warga akan kembali melakukan aksi demo dengan memblokade Jalinsum di hari kedua

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Melisa Wulandari
Kolase Tribun Sumsel
Warga Muratara blokade jalan Jalinsum 

Hal ini pun memantik amarah warga.

Massa memblokade Jalinsum dengan menebang pohon dan melintangkannya di jalan, sehingga kedaraan tidak bisa melintas.

Saat dikonfirmasi, Pj Kades Karang Anyar, Kecamatan Rupit, H. Japarin membenarkan adanya pemblokiran Jalinsum di wilayah desanya.

"Massa menutup jalan dengan menebang kayu, tapi kalau lewat menggunakan motor masih bisa," kata H. Japarin.

Dijelaskannya, tututan warga yang memblokade Jalinsum, meminta aparat kepolisian yang menembak Yupir, supaya mencari jenazah rekan mereka yang tenggelam.

"Warga juga meminta supaya polisi yang menembak itu diberhentikan dan mereka (warga) tidak akan membuka jalan jika polisi tidak turun dan mencari jenazah itu," ungkapnya.

Serangkaian aksi demonstrasi di Muratara tampaknya akan terus berlanjut.

Pasalnya hari ini, Minggu (19/11/2017), tersebar surat edaran yang mengajak masyarakat Bumi Berselang Serundingan (slogan Kabupaten Muratara), untuk melakukan aksi damai di kantor bupati dan DPRD Muratara pada Senin (20/11/2017) besok. 

Belum diketahui secara pasti apa yang akan disuarakan masyarakat dalam surat edaran yang menyebar luas di grup Whatsapp tersebut. 

Namun, massa yang menamakan diri mereka Keluarga Besar Aliansi Masyarakat Muratara (AMARAH) cukup membuat ketar-ketir dan bulu kuduk merinding.

Meski ada unsur ‘amarah’, namun dalam surat edaran tersebut, massa menuliskan kalimat “Takbir” dan “Allahuakbar”.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved