Rusunawa Tak Kunjung Selesai, Pemkot Prabumulih Surati Kementerian, Sudah Ketiga Kalinya

Tidak hanya sekali, Pemkot Prabumulih bahkan sudah menyurati Kementerian PUPera untuk ketiga kalinya.

Rusunawa Tak Kunjung Selesai, Pemkot Prabumulih Surati Kementerian, Sudah Ketiga Kalinya
Tribunsumsel.com/Edison
Rusunawa Prabumulih 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Tak kunjung selesainya pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang ada di Komplek Islamic Center Jalan Lingkar Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, membuat jajaran Pemerintah kota Prabumulih sedikit geram.

Pemkot Prabumulih melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPera) agar memerintahkan pihak ketiga mempercepat pembangunan proyek yang menelan anggaran Rp 19 miliar itu.

Tidak hanya sekali, Pemkot Prabumulih bahkan sudah menyurati Kementerian PUPera untuk ketiga kalinya.

"Kami sudah tiga kali melayangkan surat ke kementerian, karena kalau beini terus berat (selesai-red) rasanya. Tiap dikirim surat ada tindak lanjut, namun sudah dua minggu tidak ada kabar, begitu terus," ungkap Kepala Bappeda, Elman ST ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Kamis (26/10/2017).

Menurut Elman, pihaknya optimis rusunawa bakal selesai jika pengerjaan tidak dilakukan penambahan tukang, dimana saat ini hanya ada 20 tukang dan yang akan dikerjakan cukup banyak yakni 116 kamar.

"Kalau ditambah 50-60 lagi tukang mungkin bisa terkejar selesai, selain itu pengawas dari perusahaan pemenang atau pengerja proyek selalu tidak bisa dihubungi. Makanya kami surati kementerian saja," katanya.

Elman menuturkan, sejauh ini dari 116 ruangan rusunawa baru sebanyak 5 ruangan yang rampung dan dimasukkan mobiler, sementara sisanya belum.

"Pengerjaan masih banyak, seperti pemasangan lampu dan lainnya. Untuk masuk mobiler seperti lemari, kasur, meja dan kursi baru lima kamar, sisanya belum, kalau begini terus kita khawatir (tidak selesai-red), sementara warga kita sudah butuh," tuturnya.

Lebih lanjut Elman menjelaskan, semestinya jika pengerjaan proyek rusunawa yang dimulai sejak 2016 itu selesai sesuai target yakni September, maka pemerintah kota Prabumulih bisa segera memanfaatkan.

"Pihak ketiga dulu menjanjikan satu bulan setengah selesai termasuk mobiler akan masuk pada September, nyatanya baru lima kamar dari 116 kamar. Selain itu masih banyak belum selesai tahap finishing, pekerja memang bekerja tapi kalau tidak ditambah tidak akan selesai," jelasnya.

Hingga saat ini menurut Elman, sudah banyak masyarakat mendesak agar rusunawa bisa diselesaikan karena banyak masyarakat akan masuk menempati rusunwa.

"Selain sudah banyak masyarakat mendesak, juga jika ini tidak selesai dan tidak segera ditempati maka bantuan rumah susun selanjutnya akan terhambat. Karena syarat kembali mendapat bantuan rusunawa jika rusunawa yang dibangun sudah ditempati, sekarang bagaimana mau menempati kalau bangunan belum selesai," keluhnya.

Seperti diketahui, Kementerian PUPera melakukan peletakan batu pertama (Roundbreaking) pembangunan Rusunawa Prabumulih di komplek Islamic Center pada Selasa (2/8/2016) lalu.

Proyek yang menggunakan APBN 2016 dengan jumlah Rp 19 miliar itu dikerjakan PT Brantas Abipraya selaku pemenang tender dan PT Deta Decon selaku subkontrak pengawas.

Proyek ini sendiri ada masa pengerjaan sampai 170 hari kerja dan sampai saat ini belum selesai.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved