Belum Difungsikan tapi Atap Pasar Malah Diterbangkan Angin, Begini Kondisinya Sekarang

Atap seng kerangka baja itu, ambruk dan terlempar ke tanah sekitar belasan meter dari tempatnya semulanya.

Belum Difungsikan tapi Atap Pasar Malah Diterbangkan Angin, Begini Kondisinya Sekarang
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Atap pasar kalangan di Desa Air Itam Kabupaten Pali Provinsi Sumatera Selatan ambruk diterbangkan angin kencang dan hujan deras Senin dini hari, (23/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

‎TRIBUNSUMSEL.COM,PALI - Diduga kurang kuatnya konstruksi bangunan atap pasar kalangan di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI ambruk dan jatuh ke tanah.

Beruntung musibah ambruk pasar kalangan itu yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 menelan biaya miliar itu, tidak ada menelan korban jiwa karena kalangan belum difungsikan sebagaimana mestinya.

Informasi yang dihimpun Tribun, kejadian tersebut sekitar pukul 02.00 (22/10) dini hari, saat itu kondisi angin kencang ditambah hujan deras.

Atap seng kerangka baja itu, ambruk dan terlempar ke tanah sekitar belasan meter dari tempatnya semulanya.

Fala warga setempat mengatakan diketahuinya ambruk atap pasar kalangan itu diketahui oleh warga Senin(23/10/2017) pagi.

Atap pasar kalangan di Desa Air Itam Kabupaten Pali Provinsi Sumatera Selatan ambruk diterbangkan angin kencang dan hujan deras Senin dini hari, (23/10/2017).
Atap pasar kalangan di Desa Air Itam Kabupaten Pali Provinsi Sumatera Selatan ambruk diterbangkan angin kencang dan hujan deras Senin dini hari, (23/10/2017). (Tribunsumsel.com/Ari Wibowo)

"Tadi pagi(23/10), kami lewat jalan depan pasar kalangan itu, atap sudah ambruk dan jatuh ke tanah, untung saja pasar itu belum difungsikan dan tidak ada korban jiwa, konstruksi baja atap mungkin kurang kuat," jela Fala, Senin(23/10).

Kepala Desa Air Itam Irzan Efendi mengatakan kejadian ambruk atap terjadi sekitar pukul 02.00(23/10) dini hari saat itu hujan deras disertai angin kencang.

"Ini memang karena angin kencang,tapi pihak pelaksana sampai saat ini belum ada tindak lanjut untuk perbaikan, padahal kami pemerintah desa telah menyurat dinas yang bersangkutan, agar pasar yang terbang untuk diperbaiki," kata Irzan.

Diakuinya bahwa pembangunan pasar tersebut dua tahap, yakni pertama tahun 2016 telah selesai dan yang terbang atapnya adalah pembangunan tahap pertama tapi pasar belum difungsikan karena belum ada serah terima dengan Pemkab PALI.

"Kami sangat sayangkan kalau bangunan itu dibiarkan rusak walaupun itu akibat angin kencang,harapan kami agar pihak terkait untuk segera memperbaiki," jelas Irzan.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved