Wanita Menikah Dengan Pria Miskin, Saat Suami Meninggal Ia Temukan Kartu ATM yang Buatnya Menangis
Setelah pemakaman ayah dan ibu, saya memutuskan untuk berhenti sekolah. Tiada hari aku lalui tanpa hura-hura dengan uang peninggalan orang tuaku.
Di saat semua gadis seumurku sudah menikah.
Aku masih belum juga mempunyai teman lelaki.
Tak ada satu pun lelaki yang mau menikahi gadis yatim piatu dengan masa lalu kelam sepertiku ini.
Suatu hari seorang bibi di tempatku bekerja menawarkan untuk menjodohkanku dengan anak saudaranya yang tinggal di desa.
Setelah berfikir masak-masak, akhirnya aku menyetujuinya.

Selepas pertemuan pertama, aku pun menikah dengan Yono yang 4 tahun lebih tua dariku.
Walaupun aku tak mencintainya, namun Yono tetap bersikap baik terhadapku.
Kami tinggal di sebuah rumah yang disewa dan hidup pas-pasan dari pendapatan Yono sebagai buruh bangunan.
Setaun kemudian kami dikurniakan seorang anak lelaki.
Yono sangat bahagia.
Ia berjanji akan semakin giat bekerja untuk membeli rumah dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagiku dan putra kami.
Aku hanya mendengar sambil lalu saja …
Ketika putra kami berumur 2 tahun, aku menerima telepon dari perusahaan tempat Yono bekerja.
Kepala bangunan mengatakan bahawa Yono mengalami kemalangan semasa bekerja dan nyawanya tak dapat diselamatkan.

Sepulangnya dari tanah perkuburan, aku mulai mengemas barang-barang Yono.