Murni Berjuang Melawan Kanker
Mengidap Kanker Stadium Tiga, Murni Tetap Mau Kerja, Rela Jadi Pembantu Rumah Tangga
Sayangnya peralatan yang ada tidak bisa mengobati Murni, ia disarankan oleh dokter harus menjalani pengobatan di Jakarta.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: M. Syah Beni
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Andri Hamdillah
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bagai disambar petir di siang hari.
Begitulah ketakutan Murni saat dirinya didiagnosa dokter mengidap kanker serviks.
Bukan hanya penyakit tersebut sulit disembuhkan.
Ia juga memikirkan biaya pengobatan.
Sehari-hari Murni hanya asisten rumah tangga.
Gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Suaminya juga tak bisa lagi bekerja berat.
Ia menderita tulang keropos.
Murni sendiri mempunyai empat orang anak, anaknya yang pertama bernama Nyimas (24) tahun.
Nyimas sendiri bekerja disebuah toko mainan dikawasan Bukit Besar.
Anaknya yang kedua juga telah bekerja di toko mainan di daerah Sekip, anak yang keduanya bernama Diah (18).
Luar biasanya Diah rela tidak meneruskan Sekolahnya karena ingin membantu kedua orangtuanya beserta kedua adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
"Anak kedua saya rela tidak meneruskan Sekolahnya untuk bantu ibu, bapak serta kedua adiknya yang masih sekolah, sesungguhnya saya tidak tega tetapi keadaan ekonomi juga mendesak", jelasnya.
Murni selalu bersabar dalam menjadi kehidupan, dalam keadaan sakit ia masih tetap bekerja, hanya saja waktu bekwrja sedikit berkurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/penderita-kanker_20170904_093125.jpg)