Idul Adha 1438 Hijriah

Disaat Orang Merayakan Idul Adha, Pedagang Ini Cari Peruntungan dengan Cara Tidak Biasa

Namun berbeda yang dilakukan Joni, warga Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Dirinya memilih berjualan mainan anak-anak

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: M. Syah Beni
Tribunsumsel.com/ Agung Dwipayana

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Agung Dwipayana

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Lebaran Idul Adha biasanya identik dengan ketupat, aksesoris lebaran dan lain-lain.

Segala hal 'berbau' lebaran inilah yang sering dimanfaatkan pedagang untuk mencari nafkah.

Namun berbeda yang dilakukan Joni, warga Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Dirinya memilih berjualan mainan anak-anak berupa balon berbentuk bak mandi ukuran mini.

Meski mainan tersebut sedang tidak 'musim', namun Joni memilih berjualan mainan dengan berbagai warna tersebut.

"Mainan ini untuk menarik perhatian anak-anak. Biasanya anak-anak juga dapat Tunjangan Hari Raya (THR) dan mereka biasanya tertarik beli sesuatu yang beda," kata Joni saat dijumpai di lapak dagangannya di kilometer 34 Jalintim dekat SPBU kota Indralaya, Jumat (1/9/2017).

c
c ()

Dijelaskannya, mainan bak mandi dijual dengan harga bervariasi, tergantung ukuran.

"Ada yang Rp 350 ribu, Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu. Tapi harga masih bisa ditawar," ujarnya.

Bagi Joni, berjualan mainan di hari raya merupakan kesempatan untuk mencari rezeki dan sasaran konsumennya ialah anak-anak.

Di hari raya ini, Joni mengaku telah menjual 4 buah bak mandi mini dan mengantongi pendapatan sebesar Rp 1,3 juta.

"Alhamdullilah, dari pagi sampai sore ini dapat uang segitu," tuturnya.

Menurut Joni, menjual mainan seperti yang dilakukannya, pada dasarnya tidak mudah.

Selain harus dikondisikan dengan situasi, penjual juga harus bisa menawarkan sesuatu yang berbeda dan menarik.

"Kalau hari-hari biasa mungkin sedikit yang beli. Tapi pas lebaran seperti sekarang, lumayan banyak, tergantung nasib juga," katanya sambil terkekeh-kekeh.

Tampak di sekitar lapak dagangan Joni, tidak ada penjual mainan serupa selain dirinya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved