Pembimbing Haji Bingung Temannya Jalan Selalu Jinjit, Ternyata Dia Lakukan ini Sebelum ke Mekah

Kisah yang akan saya ceritakan ini agak aneh, kisah tentang tentang seorang jemaah bernama Mansor (bukan nama sebenarnya) berusia 30-an yang sebaya

Editor: M. Syah Beni
Kompas.com
Ilustrasi 

Setelah beberapa meter jauhnya, Mansor berhenti. Tiba-tiba kain ihram yang dilemparkan dilempar ke lantai. Setelah itu, dia menginjak-injak seperti alas kaki.

"HEAT HOT, MY FELLOW!"

Aku menggelengkan kepala. Aku bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi pada Mansor? Saya menduga ada yang salah dengan Mansor. J

Setelah ditekan, Mansor memberitahuku.

Mansor mengatakan setiap saat langkahnya menginjak lantai Masjidil Haram, dia merasa sangat panas.

"Telapak kaki aku merasa seperti berjalan di atas bara api. Ini menyakitkan, panas, sakit! "

Saya terkejut. Yah, itu bukan perasaan Mansor.  Bagaimana dalam cuaca yang sejuk ini, lantai Masjidil Haram bisa menjadi panas. Lagi pula, saya dan jamaah lain tidak merasa seperti itu.

"Itu benar. Demi Allah, saya tidak bisa pergi ke lantai Masjidil Haram. Karena telapak kaki saya, saya membuka kain ihram untuk alas kaki. Panasnya seperti api di bawah lantai. Rasanya terbakar habis! "Kata Mansor serius.

Pergi ke Diskotek Sebelum Umrah

Aku merenung sejenak. Kejadian ini aneh. Di kamar hotel, saya menyelidiki diri saya sendiri apa yang dia lakukan sebelum pergi ke Mekah.

Akhirnya saya tahu seminggu sebelum berangkat ke Tanah Suci, Mansor berlibur ke disko dan pub.

Dia bilang dia ingin bertobat di Mekkah. Setelah kembali ke Mekkah dia tidak akan menginjak kejahatan lagi.

Sudah beberapa kali saya mendengar pengakuan dari Mansur tentang dirinya di Mekah. Haruskah aku melihat perilakunya itu aneh. Saat lantai Masjid Masjid Suci terasa seperti bara api.

c
c ()

Lagipula, saya pernah mendengar ceritanya sebelumnya, jika orang Arab yang tinggal di Mekah bepergian ke luar negeri seperti Thailand dan pergi ke tempat-tempat wakil, mereka biasanya kembali ke Masjidil Haram.

 Mereka tinggal di Medina selama 40 hari, melakukan ibadah dan pertobatan. 

Tuhan menjadikannya sebagai tanah yang diberkati. Kejadian seperti itu seharusnya menjadi pelajaran bagi peziarah kita.

Jika Anda ingin pergi ke Mekah, jangan berpesta di kelab malam dan melakukan hal-hal buruk.

Tuhan selalu melihat apa yang kita lakukan, dimanapun kita berada. (Buletin Media)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved