Ini Ritual Gadis Keturunan Tionghoa Sheren Valentia Biar Tak Grogi Saat Bawa Baki
Sukses membawa bendera hingga sang saja berkibar, Sheren tak lupa berterima kasih kepada semua yang mendukung. Ia berterima kasih kepada orangtua, pel
Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Melisa Wulandari
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sukses sebagai pembawa bendera merah putih pada HUT RI ke 72 tahun di Halaman Griya Agung Palembang, Sheren Valentia mengaku punya ritual khusus sebelum bertugas, Kamis (17/8/2017).
"Yang pasti berdoa agar tidak gerogi, agar semuanya lancar dan meminta perlindungan kepada Tuhan," kata penganut agama Budha ini.
Sukses membawa bendera hingga sang saja berkibar, Sheren tak lupa berterima kasih kepada semua yang mendukung. Ia berterima kasih kepada orangtua, pelatih, senior, teman-teman yang telah mendukung aku biar tidak gerogi," ujarnya.
Baca Juga: Janda Cantik Kaya Raya Kirim Pesan ke Pria, Ia Janjikan Uang Banyak Asal Mau Diajak Beginian
Gramedia Peduli Berikan 2669 Buku Tulis ke Sekolah Dasar
16 Tahun Jadi Inspektur Upacara, Alex Noerdin Ungkap Sebagai Pengalaman Berharga
Sebagai pembawa bendera pusaka pada saat pengibaran bendera pusaka tentu menjadi kebanggaan bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Tak terkecuali Sheren Valentia yang berkesempatan membawakan baki bendera pusaka pada pengibaran bendera di Halaman Griya Agung Palembang pada peringatan HUT RI ke 72 tahun.
Ditemui Tribun Sumsel saat persiapan pengibaran bendera, Sheren begitulah sapaannya mengaku senang dipercaya menjadi pembawa baki pada hari kemerdekaan tersebut.
"Perasaan senang, deg-degan tapi gak apa-apa," kata wanita Kelahiran Palembang 14 Februari 2001 ini.
Sheren ternyata keturunan Chinese yang lama tinggal di Palembang bersama kedua orangtuanya.
Anak sulung dari dua saudara ini merasa dari kecil sudah diajarkan bagaimana mencintai tanah air Indonesia.
"Orangtua selalu mengajarkan mencintai tanah air. Contoh kecilnya kami dari kecil pasti disuruh nonton TV untuk menyaksikan siaran langsung saat bendera merah putih dinaikkan," ujar sulung dari pasangan Liu Senglai dan Fitri Komarudin ini.
Siswa dari SMA Xaverius Kota Lubuklinggau ini menambahkan berbangga hati dari keturunan Chinese bisa dipercaya untuk membawakan baki.