Teror Begal di OKU Timur
Buka Warung Kopi di Daerah Rawan Begal, Nenek ini Terpaksa Harus Begini Demi Keselamatannya
Nenek yang juga membuka usaha warung Kopi di sisi jalur rawan jalan Inspeksi Irigasi menceritakan sosok Begal cukup sering mendatangi warung kopi
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: M. Syah Beni
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA- Kerawanan aksi Kejahatan Pencurian dengan kekerasan (Curas) di wilayah Hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan bukan isapan jempol semata.
Yatun (60) warga Desa Bandar Jaya Kecamatan BP Peliung menyampaikan pengalamannya bertemu langsung dengan orang yang ditengarai sebagai begal atau lebih dikenal warga sebagai sosok gerandong.
Nenek yang juga membuka usaha warung Kopi di sisi jalur rawan jalan Inspeksi Irigasi menceritakan sosok Begal cukup sering mendatangi warung kopi (Warkop) miliknya dengan menggendarai sepeda motor.
" Biasanya ada dua orang, masih muda, berdua, satu biasanya duduk di motor yang diparkir di depan, satunya datang menemui saya di sini,"ungkapnya dijumpai Tribunsumsel.com.
Ia melanjutkan orang tersebut selanjutnya akan langsung melihat beberapa barang dagangannya.
Kemudian selanjutnya menawar nawar beberapa makanan di warungnya.
Adapun pelaku biasanya berpura pura membeli rokok, setelah memegang rokok kemudian pria itu akan berpura pura tidak membawa uang dan segera berpamitan untuk mengambilnya.
" Sudah ngambil, kemudian pura pura lupa bawa dompet, mau ngambil tapi rokok terus dipegang, bahkan langsung dibawa lari," jelasnya
Lanjutnya, juga ada pula modus lain, saat itu dirinya juga menjual beberapa butir buah semangka di warung.
Semangka itu merupakan hasil buah dari tanaman kebun miliknya.
Pelaku menawar buah semangka, kemudian mengumpulkan yang beberapa buah yang besar besar, dan mengambil beberapa bungkus rokok.
"Semangka yang besar besar sudah dikumpulkan, dia juga sudah ambil rokok, lalu pura pura mau ambil karung, malah langsung kabur tak kembali," katanya
Hal serupa terjadi pada barang dagangannya yang lain, yakni bensin eceran yang sempat dijualnya.
Para pelaku datang, langsung menuangkan bensin ke tanki motor lalu kabur dengan alasan mengambil uang.
Beruntung, selama berinteraksi dengan dengan para pelaku dirinya tidak pernah diancam dengan senjata api atau senjata tajam.
Akhirnya kini dirinya memilih tidak menjual sejumlah barang barang yang kerap diambil para pelaku.
" Ya gimana lagi, sekarang sudah tidak jualan rokok, bensin lagi, daripada sering digondol gerandong, malah bisa rugi terus," tandasnya
Lain hanya, diungkapkan Dwi (38) aksi kejahatan begal memang sangat merajalela. Para pelaku beraksi tak kenal waktu dan di tempat tempat yang mungkin tidak pernah disangka Sangka.
" Memang sangat meresahkan, tidak kenal waktu, pagi, siang, sore, malam bahkan dini hari, bukan lagi di jalan yang sepi orang, tapi juga di keramaian bahkan tengah kampung," jelasnya
Ia menambahkan para pelaku bahkan tidak lagi melihat jenis kendaraan yang dicuri, sepeda motor keluaran Honda tahun 2005 pun digondol.
Seperti yang dialami seorang pencari rumput di desanya, motor nya yang mungkin hanya seharga Rp. 500 ribu dibegal.
" Tidak melihat bentuk lagi, ada tetangga saja, sedang cari rumput juga jadi korban begal, sabit dan rumputnya juga dibawa kabur pelaku," tegasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/nenek_20170801_194346.jpg)