Anda Punya Utang dan Tak Mau Bayar Pas Ditagih ? Jangan Sampai Bernasib Seperti ini, Ngeri

Penculikan terhadap Edi dan mengeksekusinya dengan cara ditembak dibagian kepala setelah Faruk melihat korban melintas di jalan dan langsung

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: M. Syah Beni
Tribunsumsel.com/ M Ardiansyah
Tersangka Faruk dan ketiga tersangka lainnya saat diamankan. 

TRIBUNSUMEL.COM, PALEMBANG - Dendam yang sangat dalam di hati Faruk (45), membuatnya kesal dan nekat untuk mengambil jalan pintas dengan menculik Edi Nuryanto (50) yang merupakan seorang makelar tanah Desa Suka Medang Kecamatan Gelumbang Muara Enim dan menembaknya dibagian kepala.

Penculikan terhadap Edi dan mengeksekusinya dengan cara ditembak dibagian kepala setelah Faruk melihat korban melintas di jalan dan langsung menculiknya dengan membawa korban ke Tanjung Raja.

Saat tiba di Desa Bantian Lubuk Keliat Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir korban dibawa ke semak belukar di tepian Sungai Ogan.

Setelah di desak untuk melunasi hutangnya, namun tidak ada kejelasan.

Kesal tidak ada jawaban, Faruk bersama tiga tersangka lainnya mengeksekusi Edi dengan cara di tembak.

"Matanya kami tutup, baru aku tembak kepalanya. Setelah itu mayatnya kami buang ke pinggir sungai dekat jalan raya," ujarnya saat diamankan di Mapolda Sumsel, Senin (31/7/2017).

Setelah dieksekusi, mayat Edi ditanggal begitu saja dengan posisi tangan dan kaki terikat di bantaran Sungai Ogan Desa Bantian, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, pada Sabtu (29/7) sekitar pukul 07.00 lalu.

Mayat Edi pertama kali ditemukan Kitum (55) warga disana saat melintas di Jalan Raya Desa Bantian Ulak Kembang yang dilaporkan ke pihak Kades dan kepolisian.

Dari penemuan tersebut ditindak lanjuti Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel.

Faruk tidak yang ditangkap di Tanjung Raja Ogan Ilir, Minggu (30/7) sore ternyata tidak sendirian, akan tetapi tiga temannya yang juga ikut membantu Sawaludin (45), Zulyadi dan Guntur (35) juga ikut diamankan.

"Dia itu ada hutang sama aku dari pembelia tahan seluas 2 hektare seharga Rp 150 Juta di Gelumbang Muara Enim tahun 2011 lalu. Sampai sekarang belum juga dibayar, sehinga aku kesal dan melihatnya langsung kami culik," pungkasnya tanpa ada raasa bersalah.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi MSi menuturkan pihaknya telah mengamankan tersangka pembunuhan sadis dengan cara dieksekusi menggunakan senjata api rakitan dibagian kepala dan dibuang dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mata tertutup.

"Jadi korban ini diculik para tersangka saat di tepi jalan di dekat rumahnya. Lalu dibawa di dalam mobil diikat tangan dan kakinya. Setelah itu dibunuh dengan cara kepala ditembak di tepi Sungai Ogan" ungkapnya.

Pengungkapan kasus penculikan dan korban dieksekusi menggunakan senjata apu rakitan ini adalah masalah hutang piutang jual beli tanah.

Tersangka dendam, karena korban tidak menepati janji tanah yang ddijanjikan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved