Eksklusif Tribun Sumsel
Eksklusif: Ibu Ini Beberkan Kejadian Mengerikan di Lokasi Rawan Begal
Teror serupa juga terjadi dibeberapa desa lain di OKU Timur. Tidak peduli di jalan sepi atau pemukiman. Saat petani banyak ke sawah, giliran ‘gerand
TRIBUNSUMSEL.COM-Teror serupa juga terjadi dibeberapa desa lain di OKU Timur. Tidak peduli di jalan sepi atau pemukiman. Saat petani banyak ke sawah, giliran ‘gerandong’ beraksi menyantroni rumah kosong.
Begal yang masuk kategori kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) memang menjadi masalah terbanyak di triwulan 1 (Januari-Maret) 2017. Polres OKU Timur mencatat terjadi 41 kasus, 19 diantaranya telah terungkap. Pada periode April-Juni, kasus curas menurun jadi 20. Sebanyak 13 kasus diantaranya telah terselesaikan.
Selain itu, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) juga mendominasi di wilayah hukum Polres OKU Timur. Pada periode Januari-Maret 2017, tercatat 29 kasus, sedangkan periode April-Juni naik jadi 36 kasus.
Yatun (60), warga desa Bandar Jaya, Kecamatan BP Peliung, menceritakan kengerian itu kepada Tribun Sumsel, Rabu (26/7/2017). Ia sudah biasa mendengar aksi kejahatan di sekitar tempat tinggalnya. Malam sebelumnya saja ada ribut-ribut warga desa mengejar orang diduga hendak beraksi mencuri sepeda motor.
Warung Yatun berupa pondok seadanya, tanpa dinding, atap seng dan bertiang gelam. Tetapi masih saja ada orang yang makan dan minum disana tanpa bayar. Makanya, ibu anak empat ini tidak mau lagi berjualan makanan.
Tempat usaha Yatun pesis di pinggir jalan inspeksi tanggul irigasi upper komering. Banyak kendaraan melintas karena polisi menempatkan beberapa pos polisi di sepanjang jalan. Di pangkal jalan, dipasang spanduk menjelaskan bahwa ini jalur aman bagi pengendara yang akan ke arah Buay Madang dan Belitang.