Pohon Duku di Daerah Rumpit Mati Mendadak, Rupanya Ini Penyebabnya

Dari dulu hingga saat ini banyak masyarakat lain mengalami hal yang sama dan belum diketahui penyebabnya

Editor: Hartati

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Zamzami (27) warga Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo mengaku banyak duku milik orangtuanya yang mati tanpa penyebab yang jelas sejak 2007, di daerah danau Pudin.

"Batang duku yang mati itu secara berguyur satu persatu dari 30 batang hingga punah semua," kata Zamzami saat dibincangin Tribunsumsel.com, Jum'at (16/6/2017).

Dijelaskannya, adapun ciri-ciri duku yang akan mati yakni daun berubah menjadi kuning, kemudian runtuh dan tidak tumbuh lagi.

Selain itu batang serta ranting rapuh hingga roboh sendiri.

"Dari dulu hingga saat ini banyak masyarakat lain mengalami hal yang sama dan belum diketahui penyebabnya," tuturnya.

Kebun duku milik warga di Kelurahan Muara Rupit, banyak daun berguguran dan ranting jadi rapuh lalu mati karena ditumbuhi benalu.
Kebun duku milik warga di Kelurahan Muara Rupit, banyak daun berguguran dan ranting jadi rapuh lalu mati karena ditumbuhi benaluatau tanaman parasit yang menumpang hidup pada pohon inangnya. (Tribunsumsel.com/Farlin Addian)

Sementara, Wakil Bupati Muratara, H Devi Suhartoni mengatakan selama 7 bulan ini telah mengamati duku-duku yang mati di Kecamatan Rupit dan Karang Dapo, dan sudah diketahui penyebabnya.

"Duku itu mati karena ada kayu singgah atau benalu (kayu yang tumbuh atau hidup dengan cara menempel di batang duku) yant sangat ganas sehingga memusnakan duku," kata H Devi Suhartoni.

Devi menjelaskan, jika ada warga yang melihat duku tumbuh daun muda harap diperiksa dikhawatirkan itu bukan daun duku tapi parasit dan segeralah tebang cabang yang disinggahi itu dan dibakar.

"Saya perhatikan yang banyak saat ini di Kelurahan Muara Rupit, Lawang Agung, Lubuk Rumbai, Kertasari, Biaro. Untuk menyelamatkannya segeralah potong cabang yang disinggahi tumbuhan lain dan dibakar," ujarnya.

Ditambahkannya, untuk menindak lanjutinya akan berkoordinasi ke Dinas Pertanian agar membawa tim ahli penyakit tanaman dari universitas supaya menelitinya kejadian ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved