Pria Ini Kaget Bukan Main saat Bangun Pacarnya Berlumuran Darah, Ternyata Hal Ini Terjadi
pria ini dapati pacaranya dalam keadaan berdarah saat bangun tidur, ternyata kejadian sebenarnya
Pacarnya terus mengerang kesakitan saat mengangkat tangannya yang juga dipenuhi darah.
"Tunggu, santai, rileks, aku kesakitan sekarang," jawabnya.
Pacarnya itu mendekatinya dan mengulangi: "Mengapa ada begitu banyak darah?"
Gadis itu terus bergumam: "Saya pada masa menstruasi saya."
Yang mengejutkan, pria itu membeli makanan untuknya dan merawatnya.
Ketika dia mencoba membantunya berdiri.
Pacarnya tiba-tiba mendorongnya dan mengungkapkan bahwa itu hanya lelucon!
Pria malang.
Mengapa Wanita Saat Menstruasi Gampang Marah? Ini Penjelasannya
TRIBUNSUMSEL.COM - Para lelaki umumnya mengaku sulit memahami perempuan. Hal ini pada kenyataannya dihubungkan dengan perubahan mood perempuan selama siklus reproduksinya.
Para ahli menjelaskan bahwa perubahan suasana hati ini disebabkan karena selama siklus reproduksi yang berlangsung tanpa henti, terjadi fluktuasi kadar hormon di dalam tubuh perempuan. Padahal, seluruh sistem tubuh akan berfungsi normal jika kadar hormon seimbang.
Agar mengenali kondisi tersebut, dan dapat mengatasi dampak ketidakstabilan kadar hormon pada perubahan mood, perhatikan penjelasan sesuai fase siklus reproduksi ini.
Perubahan mood sering menjadi ciri utama Premenstrual Syndrome (PMS). PMS adalah gejala-gejala akibat perubahan hormon menjelang masa menstruasi. Umumnya periode ini terjadi 10 hari sebelum masa datang bulan, saat kadar hormon estrogen dan progesteron berubah drastis.
Sejak masa awal pubertas, ovarium wanita mulai melepaskan hormon estrogen. Dalam satu siklus menstruasi, estrogen terus dilepaskan hingga mencapai puncaknya saat terjadi pelepasan sel telur atau ovulasi. Setelah itu kadar estrogen menurun drastis sebelum akhirnya pelan-pelan meningkat lagi.