Daging Sapi Ditemukan Dioplos dengan Babi di Pasar Inpres Ini Komentar Walikota Lubuklinggau

Ia berujar Jangan merusak karakter bangsa dengan manfaatkan dunia maya dengan perbuatan-perbuatan yang tidak bernilai positif.

Daging Sapi Ditemukan Dioplos dengan Babi di Pasar Inpres Ini Komentar Walikota Lubuklinggau
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Babi hutan hasil buruan masyarakat yang dibersihkan dengan cara dipotong kepala dan dibuang isi perutnya di Jembatan Musi, Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu, Musirawas. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- ‎Pasca diamankannya Amri (39), dan pamannya Kodri (46) karena menjual daging sapi di oplos dengan daging babi di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau.

Membuat walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe meminta, kesadaran semua pihak ‎supaya bukan hanya berharap kepada polisi dan pemerintah untuk melakukan sosial kontrol.

Namun ia meminta, partisipasi semua pihak untuk terlibat aktif sama-sama menjaga kota Lubuklinggau.

"Mari sama-sama kita berbenah, baik organisasi pemuda dan organisasi lainnya untuk mencegah penyimpangan-penyimpangan yang tidak benar terjadi di Kota Lubuklinggau saat ini,"ungkapnya saat dibincangi Tribunsumsel.Com, Senin (5/6/2017).

Menurut walikota yang biasa disapa Nanan ini, jangan menganggap masyarakat tingkat bawah tidak pernah melakukan kesalahan dan harus di bela terus menerus.‎

Ia bercerita, dulu pernah pemerintah kota (Pemkot) menemukan bakso indikasi formalin, setelah dilakukan penindakan ternyata pemerintah yang disalahkan.

"Seolah-olah saat itu kita berupaya mematikan usaha masyarakat. ‎Itulah sebabnya kebersamaan, kepedulian itu harus kita angkat bersama, baik polisi maupun pemerintah kotanya. Yang jelas untuk melakukan itu butuh dukungan dari elemen masyarakat," kata Nanan.

Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe
Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe (tribunsumsel.com/Eko Hepronis)

Termasuk juga, Nanan berharap, elemen masyarakat jangan hanya berkicau di media sosial (Medsos) tapi tidak melakukan tindakan nyata.

Ia berujar Jangan merusak karakter bangsa dengan manfaatkan dunia maya dengan perbuatan-perbuatan yang tidak bernilai positif.

"Saya mengimbau untuk masalah daging babi dan media sosial ini. Pemkot Lubuklinggau akan bekerja sama dengan Polres untuk membuat imbauan-imbauan di kecamatan-kecamatan dan kelurahan-kelurahan. Supaya masyarakat ‎hati-hati bermain di media sosial," ucapnya.

Jangan menganggap media sosial wadah sembarang untuk menyampaikan aspirasi, sehingga menimbulkan kebablasan dengan mengatakan walikota dan pemerintah semaunya saja.

Ia mengingatkan pribadi orang tidak boleh dikata-katakan sembarangan.

"Kita adalah masyarakat beragama dan pancasilais harus tahu bahwa medsos bukan tempat mengungkapkan isi hati yang sebebas-bebasnya. Baru daging babi yang ditemukan, padahal kemungkinan formalin masih ada, tapi gerakan yang kita lakukan seolah-seolah selalu mematikan usaha masyarakat," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved