Truk Patah As Roda Bikin Macet Itu Biasa, Tapi Ini yang Lebih Menjengkelkan
Kemacetan panjang terjadi di jalan Lintas Timur, tepatnya dari Desa Lubuk Sakti hingga gerbang perbatasan kota Inderalaya, Kecamatan Inderalaya Selata
Penulis: Agung Dwipayana |
Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Agung Dwipayana
TRIBUNSUMSEL.COM, OGAN ILIR - Kemacetan panjang terjadi di jalan Lintas Timur, tepatnya dari Desa Lubuk Sakti hingga gerbang perbatasan kota Inderalaya, Kecamatan Inderalaya Selatan, Kamis (25/5/2017).
Pantauan TribunSumsel.com, kemacetan diakibatkan sebuah truk bermuatan kayu gelam yang mengalami patah as roda di desa Tanjung Sejaro.
"Patah as, Mas," ujar seorang kernet truk yang enggan menyebutkan namanya.
Menurut Kanit Regident Satlantas Polres Ogan Ilir, Ipda Rusdi, SH, truk mengalami patah as roda kanan belakang sejak pukul 04.00.
"Dari jam 4 Subuh. Awalnya anggota POM yang mengatur di sini. Pukul 08.00, anggota kami tiba di sini," terangnya kepada TribunSumsel.com.
Dijelaskannya, jalan Lintas Timur didominasi kendaraan angkutan berat yang bertonase tinggi.
Begitu kendaraan yang melebihi kapasitas angkutan tersebut mogok, maka seperti biasa, menimbulkan kemacetan panjang di daerah tersebut.
"Ada yang patah as, lepas baut roda. Kalau sudah begini, perlu waktu berjam-jam untuk memperbaiki kerusakan," ujar Ipda Rusdi.
Dirinya pun mengaku terpaksa menunggu kendaraan truk yang "parkir" di jalan. Jika tidak, maka akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
"Kami terpaksa menunggu truk hingga selesai karena mereka juga harus menunggu mekanik. Kalau kondisi jalan memungkinkan, lengang, bisa kita evakuasi truknya. Tapi sekarang tidak memungkinkan, jalanan sangat padat oleh kendaraan," ungkapnya sambil sesekali memberi instruksi pada anak buahnya yang berjaga.
Menurut Ipda Rusdi, kemacetan semakin menjadi-jadi manakala pengendara tidak tertib dan berebut untuk mendahului kendaraan yang mogok.
Perilaku pengendara demikian, menjadi perhatian pihaknya untuk terus berjaga selama kendaraan mogok belum selesai diperbaiki.
"Kalau sudah begini, kami terpaksa menunggu hingga selesai. Kalau tidak, banyak masyarakat yang tidak sabar dan masing-masing kendaraan berusaha mendahului kendaraan truk. Efeknya bisa dua hari dua malam kalau tidak ditunggui," ujarnya.
Jalanan berlubang juga dinilai menjadi salah satu faktor yang mengganggu kelancaran arus kendaraan.