Pekerja LRT Nyambi Curi Besi Proyek Alasannya Bikin Meneteskan Air Mata
Ayah dua anak ini Ipan (36) nekat mencuri besi yang ada di proyek light rail transit (LRT) bahkan pelaku pun merupakan pekerja LRT.
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Berdalih karena anak mengidap penyakit hidrosapalus dan membutuhkan biaya pengobatan, Ayah dua anak ini Ipan (36) nekat mencuri besi yang ada di proyek light rail transit (LRT) bahkan pelaku pun merupakan pekerja LRT.
Belum sempat menjual barang hasil curiannya tersebut, ia pun ditangkap team anti bandit (Tekab) Polresta Palembang ketika petugas sedang melintas di jalan Gubernur Bastari tepatnya di dekat Bank Sumsel Babel (BSB).
"Terpaksa pak untuk biaya berobat anak saya yang sedang sakit Hidrosefalus ," ujarnya, Rabu (5/4/2017).
Dirinya mengaku terpaksa lantaran pekerjaan sebagai buruh bangunan LRT tak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari dan berobat sang anak.

Warga jalan Silaberanti, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 ini mengaku diajak oleh temannya untuk mencuri besi yang ada ditempatnya bekerja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketika sedang patroli petugas melihat pelaku bersama rekannya membawa karung besar yang berisikan puluhan potongan besi.
Lalu, petugas pun meneriaki aksinya tersebut.
Lantas kedua pelaku berusaha melarikan diri dengan sepeda motornya.
Namun naas motornya pun menyenggol mobil polisi.
Ia mengatakan pihaknya akan mengejar satu pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri.
Ini Konsep Stasiun LRT yang Dipadu Ornamen Khas Palembang
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PT Waskita Karya bersama Dinas Perhubungan Sumsel, telah mendesain bentuk 13 stasiun Light Rail Transit (LRT).
Dari 13 stasiun tersebut akan diberikan ornamen khas Palembang serta memiliki satu corak warna yang bermakna lokasi bakal menjadi staisun.
Seperti stasiun Asrama Haji bewarna hijau yang bermakna sesuai warna Islam.
Sekretaris PMU LRT Sumsel, Ahmad Wahidin MT mengatakan, setelah di desain kemudian pihaknya merekomendasikan kepada gubernur, hasilnya pada 16 Desember lalu, gubernur pun langsung menyetujui.