Mahasiswa Unsri Meninggal saat Diksar
Keluarga QZ Kecewa Unsri Hanya Hadirkan 8 Peserta Diksar saat Pertemuan
menghadirkan peserta , panitia serta petugas keamanan yang pertama kali melakukan penyelamatan kala musibah berlangsung.
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Ribuan pertanyaan yang mulanya ada dibenak Keluarga Besar QZ mengenai misteri kejadian yang menewaskan QZ perlahan terjawab.
Pihak keluarga menggelar pertemuan bersama Universitas Sriwijaya (Unsri) perihal kronologi kejadian kematian QZ yang tenggelam di pada Minggu (26/03) lalu.
Baca: Saksi Mata : Panita LDO Suruh Taufik dan QZ Berjalan ke Arah Lumpur Danau Hingga Akhirnya Tenggelam
Dalam pertemuan perwakilan Universitas Sriwijaya dipimpin langsung Dekan Fakultas Keguruan dan Pendidikan dan ilmu pendidikan (FKIP), Prof Soffendi, MA, PH D.
Dan menghadirkan peserta , panitia serta petugas keamanan yang pertama kali melakukan penyelamatan kala musibah berlangsung.
Baca: Keluarga Korban Diksar BEM FKIP Unsri Minta Panitia Jujur Soal Kematian QZ
" Siapa diantara kalian yang bergandeng tangan dengan korban? Lalu dari 20 orang ada berapa peserta yang hadir disini?," ungkapnya perwakilan keluarga, Husnain (61) membuka pertemuan tersebut.
Para peserta yang hadir kemudian menunjuk tangan.
Baca: Polisi Amankan Tempat Mahasiswa Tenggelam dan Sita Peralatan Diksar
Husnain melanjutkan ada delapan orang yang hadir disini padahal masih ada 20 orang yang selamat.
"Dari delapan orang itu siapa begandengan tangan langsung dengan korban QZ ? ," tanyanya lagi.
Mereka kompak menjawab. " Tidak ada,"
Baca: Soal Tewasnya Dua Mahasiswa Unsri, Kapolres OI : Akan ada Tersangka Jika Ditemukan Unsur Kelalaian
Husnain lantas menegaskan pihak keluarga QZ bermaksud untuk menggali kebenaran kejadian yang membuat QZ meningal dunia. Dan diharapkan para panitia, peserta dapat menyampaikan kejujuran kepada keluarga.
" Jika hanya yang datang hanya 8 orang dari 20 orang yang tersisa maka ini tidak memenuhi," tegasnya
Ia mengharapkan kembali perwakilan unsri untuk kembali mengagendakan pertemuan kembali. Dan diharapkan pertemuan nanti orang orang yang mengetahui langsung kejadian ini dapat dihadirkan.
Baca: Taufik Anak yang Pintar dan Masuk Unsri dari Bidik Misi
" Tidak usah takut. Saya gak akan ke dukun tapi ke istana. Istana sekarang terbuka," jelas Husnain, kakak dari ibu korban QZ ini lagi.
Husnain pun menegaskan, bahwa pihak keluarga memiliki batas kesabaran. Oleh sebab itu, pihak keluarga berharap akan ada pertemuan kembali dengan pihak terkait khususnya dengan semua peserta diksar.
Baca: Video: Ikuti Diksar Organisasi, 2 Mahasiswa Unsri Tewas
Pihak keluarga, kata Husnain , hanya ingin mengetahui secara pasti kronologis kejadian yang sebenarnya. Jangan menutup-nutupi. Sebab, kejadian yang sebenarnya, dianggap keluarga masih simpang siur.
Kemudian, proses pertemuan dilanjutkan dengan mendengar kronologi dari pihak keamanan kampus dan delapan orang peserta. Pertemuan dilakukan di ruangan berbeda yakni untuk delapan orang peserta dan pihak keamanan kampus, Pertemuan tersebut dilakukan berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pertemuan-kelurga-qz-dengan-unsri_20170330_030812.jpg)