Demo Tangkap Ahok

Rizieq Sebut Ahok Sengaja Berniat Nistakan Agama Sejak 2008 Bukan Cuma di Pulau Seribu Saja

Pernyataan Ahok saat di DPP Nasdem pada tahun 2016 yang mengatakan agar lawan politik dia tak menggunakan surat Al-Maidah ayat 51.

Rizieq Sebut Ahok Sengaja Berniat Nistakan Agama Sejak 2008 Bukan Cuma di Pulau Seribu Saja
POOL / REPUBLIKA / RAISAN AL FARISI
Pimpinan FPI Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang digelar PN Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2/2017). Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua saksi ahli yaitu Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Saksi ahli agama dari Jaksa Penuntut Umum, Rizieq Shihab, berpendapat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah berniat untuk menodai agama.

Rizieq mengatakan, saat bersaksi di kepolisian, dia diperlihatkan sejumlah barang bukti.

Salah satunya adalah buku Ahok pada tahun 2008.

Dalam buku itu, Ahok dianggap sudah menyinggung surat Al Maidah ayat 51 terkait konteks pemimpin.

Pada tahun 2013, Ahok disebut mengatakan bahwa saat zaman Nabi Muhammad surat Al-Maidah ayat 51 keluar bukan dalam konteks pilkada.

Kemudian, pernyataan Ahok saat di DPP Nasdem pada tahun 2016 yang mengatakan agar lawan politik dia tak menggunakan surat Al-Maidah ayat 51.

Ahok juga disebut melakukan klarifikasi di salah satu stasiun televisi yang mengatakan orang yang menggunakan surat Al Maidah ayat 51 adalah rasis dan pengecut.

"Kesimpulan saya, yang disampaikan terdakwa bukan tanpa niat, tapi direncanakan, karena berulang-ulang dilakukan," kata pemimpin Front Pembela Islam (FPI) ini di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved