Polisi Masih Dalami Motif Pembegalan yang Menewaskan Ibu Hamil 9 Bulan
Hari juga menyebutkan alasan lain mereka belum bisa menentukan motif sesungguhnya, karena saat kejadian tidak ada saksi lain.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Hartati
Laporan Wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Kapolres Musi Rawas (Mura) AKBP Hari Brata didampingi Kasatreskrim Mapolres Musa AKP Satria Dwi Darma, mengatakan tidak mau menduga-duga terkait motif dari aksi pembegalan yang menewaskan Ernawati (35).
Seorang ibu muda yang mengandung Janin berusia sembilan bulan dengan dua luka tembak di kepala, Sabtu (18/2) sekira pukul 15.30.
Ernawati menjadi korban pembegalan saat dia dan suaminya Yanto (40) hendak pulang ke rumah mereka di desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura)
"Motif sesungguhnya dari aksi pembegalan itu belum bisa dipastikan sebelum salah satu diantara diduga tiga pelaku berhasil di tangkap. Sedangkan sekarang kita masih dalami, Karena bisa saja ada unsur dendam, unsur ada konflik pribadi, atau niat memang sengaja melakukan aksi pencurian dan kekerasan (Curas)," ungkapnya, saat dibincangi Tribunsumsel.Com, Senin (20/2/2017).
Hari juga menyebutkan alasan lain mereka belum bisa menentukan motif sesungguhnya, karena saat kejadian tidak ada saksi lain.
Hanya suami dari Ernawati yang melihat secara langsung peristiwa itu terjadi.
Sehingga untuk menyimpulkan apakah itu murni perampokan atau bukan adalah suaminya.
"Karena sampai saat ini suami korban belum bisa kita lakukan pemeriksaan. Karena dia masih trauma dan kita aparat kepolisian menghormati itu. Tapi kita sudah melakukan pemeriksaan kepada Jalil selaku Danru atau sekuriti di PT Lonsum. Karena dia, pasca peristiwa itu terjadi yang pertama dihubungi oleh Yanto ," ujarnya.