Ketika Jenazah Bicara Waktu Dimandikan, Apa yang Dikatakannya Sangat Mengejutkan
Waktu itu, ruhnya memanggil saat saksikan jasadnya telanjang dengan suara yang dapat didengar oleh semuanya makhluk kecuali jin dan manusia.
“Tidak ada keadaan yang lebih berat atas diri mayit dari saat dia dimasukkan dalam liang kubur dan dikubur di bawah tanah, beberapa kerabat, anak dan istrinyameninggalkannya pulang."
"Lalu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya, ” papar Aisyah lagi.
Rasulullah SAW tersenyum mendengar pembicaraan itu. Lalu beliau menjelaskan pada bila sebenarnya saat yang paling berat untuk mayit yakni waktu datangnya “Tukang Memandikan Mayit”.
Mereka keluarkan cincin dari jari-jari orang yang mati itu, melepas pakaiannya kemusian memandikannya.
Waktu itu, ruhnya memanggil saat saksikan jasadnya telanjang dengan suara yang dapat didengar oleh semuanya makhluk kecuali jin dan manusia.
“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah? “tanya Aisyah.
“Hai tukang memandikan, untuk Allah saya memohon kepadamu agar engkau mencopot bajuku dengan rencana- ide, karena sesungguhnya saat ini saya tengah istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut, “begitu ungkap Rasulullah SAW.
“Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh …? “tanya Aisyah ra lagi.
“Hai tukang memandikan, untuk Allah jangan sampai engkau tuangkan air panas, jangan sampai engkau gunakan air panas dan jangan sampai juga air dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar sebab dicabutnya nyawaku, “papar Rasulullah SAW.
“Lalu waktu dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu …? “tanya Aisyah ra lagi. Dan waktu dimandikan, ruh itu berkata,
“Demi Allah, hai tukang memandikan, jangan pernah engkau pegang diriku begitu kuat, sesungguhnya jasadku masih tetap terluka karena keluarnya nyawa, “tutur Rasulullah SAW.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-memandikan-mayat_20160517_170136.jpg)