Ulama dan Habib se-Sumsel Sayangkan Penangkapan Hafidz Alquran

Tokoh Ulama, Habaib dan Ormas se-Sumatera Selatan menyayangkan atas penangkapan Nurul Fahmi yang membawa bendera merah putih dengan tulisan tauhid

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Siemen Martin

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tokoh Ulama, Habaib dan Ormas se-Sumatera Selatan menyayangkan atas penangkapan Nurul Fahmi yang membawa bendera merah putih dengan tulisan tauhid saat aksi demo di Jakarta beberapa waktu lalu. Bahkan Nurul Fahmi dikenal adalah sosok seorang Hafizh Alquran Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi kepada Tribunsumsel.com dalam rilisnya, Minggu (22/1/2017).

Bahkan ada delapan poin yang ingin disampaikan kepada masyarakat terkait kondisi negeri saat ini, berikut pernyataan sikap dari sejumlah tokoh ulama se-Sumsel.

Pertama menolak segala bentuk upaya Adu Domba yang dilakukan oleh siapapun dan dari institusi manapun intern Umat Islam, antar umat beragama Islam dan antar umat Islam dengan pemerintah.

Kemudian menolak segala bentuk Kriminalisasi terhadap Ulama dan Ormas Islam yang saat ini gencar dilakukan dengan berbagai cara.

Ketiga mengimbau kepada para Tokoh Umat Islam untuk tidak tergiring kepada politik Devide et Impera atau Adu Domba ala Kompeni dan PKI yang sekarang gencar dilakukan oleh oknum-oknum aparat dengan mendatangi para tokoh Ulama dan Ormas Islam agar mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan perpecahan dan Konflik Horizontal.

Pernyataan keempat untuk mengajak segenap Umat Islam untuk terus Merapatkan Barisan dan Bersiap Siaga atas segala kemungkinan yang mungkin terjadi akibat upaya Kriminalisasi Ulama dan Adu Domba Umat dengan tetap menunggu Komando dari Para Ulama.

Kelima menuntut kepada para elit yang terlibat agar menghentikan tindakan-tindakan yang tidak terpuji hanya dikarenakan haus jabatan dan memuaskan nafsu keinginan dunia serta mengingatkan mereka bahwa semua kepemimpinan mereka akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Keenam meminta pemerintah dan aparat terkait bertindak secara adil  terhadap pelaku terencana penyerangan Ulama dan Massa Ormas Islam saat melakukan Aksi Damai di Jawa Barat termasuk oknum pejabat yang menjadi Dalang terjadinya penyerangan tersebut juga kepada setiap pelanggar hukum dan penista agama siapapun pelakunya.

Selain itu menyerukan kepada seluruh Umat Islam agar memperbanyak doa, dzikir dan sholawat sebagai benteng bagi NKRI dan para Ulama dari berbagai upaya kejahatan Neo PKI, Kelompok Liberal serta Kepentingan Asing dan Aseng yang berniat buruk bagi persatuan kesatuan bangsa dan negara.

Terakhir, menyerukan kepada semua umat Islam untuk terus memupuk dan menghidupkan semangat Jihad dalam mencari ridho Allah SWT. dalam membela Islam dan NKRI serta selalu siap berkorban jiwa dan raga demi tegaknya keadilan dan kebenaran di Bumi Pertiwi.

"Kami disini menegaskan bahwa pemimpin jangan berlaku curang, kepada umat muslim Sumsel agar terus mencari ridho dan jangan terpecah belah," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved