Gara-gara Bercanda 'Ada Bom', Dua Wanita Jamaah Umrah Asal Indonesia Ditahan di Arab

"Kalau saya dengar dari Bu Umi itu, pramugarinya bertanya menggunakan bahasa melayu, tasnya kok berat bu, isinya apa? Bu Umi menjawab kalau dari Arab

Surabaya.tribunnews.com/Galih Lintartika
Ini merupakan foto empat jamaah umroh asal Pasuruan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dua orang jamaah ditahan petugas keamanan di Jeddah karena diduga membawa bom. Tri Ningsih (dua dari kanan) dan Umi widayani (dua dari kiri) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PASURUAN - Nasib dua jamaah umrah asal Pasuruan yang tertahan di Jeddah, Triningsih Kamsir Warsih (50) warga Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji dan Umi Widayani Djaswadi (56) warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, semakin memprihatinkan.

Informasi terakhir, keduanya dimasukkan ke dalam sel tahanan atau penjara wanita di Jeddah yakni Sijjin Islakhiyah, Dahbah, Jeddah.

Keduanya tidak bisa pulang ke Indonesia setelah diduga membawa barang membahayakan alias bom. Padahal, kala itu, Umi hanya berniat bercanda dengan pramugari yang menanyakan isi tas yang sangat berat.

"Hari ini, informasinya penyidikan terakhir," kata Mustain, manajer area Sepinggan travel yang sebelumnya bernama Hijrah Travel saat ditemui Surya, Selasa (17/1/2017).

Dia mengatakan, sesuai dengan ketentuannya, hari ini tepat satu minggu jamaahnya itu Umi dan Tri Ningsih ditahan. Hari ini pula, adalah jadwal terakhir pemeriksaan sekaligus penentuan nasib dari dua orang tersebut.

"Kalau hari ini penyidik kepolisian Jeddah menyatakan ada indikasi pelanggaran yang dilakukan keduanya, maka kasus ini akan berlanjut ke persidangan," katanya.

Semisal sampai naik persidangan, kata Mustain, maka besar kemungkinan Umi Widayani dan Triningsih akan lebih lama tinggal di Jeddah, karena mereka akan menjalani masa hukuman.

Namun, jika penyidik menyatakan tidak ada indikasi pelanggaran , maka keduanya akan dibebaskan.

"Kalau dinyatakan tidak bersalah, keduanya akan pulang lebih cepat. Kami berharap semoga mereka bisa cepat pulang ke Pasuruan," terangnya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Konjen Indonesia di Jeddah.

Bahkan, ia menyatakan sudah menghubungi perwakilan Konjen Heri Syafaruddin, di malam saat pesawatnya delay akibat pihak maskapai dan otoritas bandara melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Royal Brunei Airlines yang diisukan ada bom akibat guyonan Umi saat ditanya pramugari.

"Jawabannya, ya siap back up dan membantu sepenuhnya. Bahkan, perwakilan sudah menerima data dua jamaahnya tersebut," ucapnya.

Menurut Mustain, pihaknya juga sudah melayangkan surat permohonan pengampunan atas kegaduhan yang disebabkan oleh Umi dan Tri saat berada di dalam pesawat Royal Brunei Airlines jelang kepulangannya ke Indonesia.

"Belum ada jawaban. Tapi saya akan terus berusaha untuk memperjuangkan nasib dua jamaah saya ini. Saya akan kontak terus sama teman - teman saya di Jeddah nanti," jelasnya.

Mustain berharap, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Agama membantu pemulangan dua jamaah ini. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini bukan lagi ruang lingkup kecil, artinya pemerintah harus membantu karena kaitannya dengan hubungan antar negara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved