Rumah Terendam Air 4 Meter, Pejabat Ini Sebut Hanya Genangan Bukan Banjir
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) 46 Jiwa terpaksa mengungsi ke desa tetangga hingga air surut
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA – Sebanyak 10 rumah yang ada di Desa Tanjungberingin, Kecamatan Buanapemca Kabupaten OKU Selatan terendam air hingga 4 meter yang disebabkan oleh genangan air akibat saluran pembuangan (gorong-gorong, red) yang tersumbat Jumat (18/11/2016).
Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) 46 Jiwa terpaksa harus mengungsi ke desa tetangga hingga air surut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, Zulyaser ketika dikonfirmasi membenarkan adanya bencana air yang menyebabkan rumah warga satu desa tergenang dan penduduknya terpaksa di evakuasi.
“Bukan banjir, sebenarnya itu hanya genangan air yang disebabkan oleh saluran pembuangan air yang tersumbat sehingga air tidak mengalir dengan lancar. Lokasi tanah yang berbentuk cekungan membuat air menggenangi rumah warga,” katanya.
Menurut Yasir, pemerintah OKU Selatan mulai dari BPBD hingga Dinas Sosial sudah turun ke lokasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga sudah meminta bantuan alat berat kepada pemerintah agar bisa melakukan pembukaan saluran pembuangan air sehingga air surut dan masyarakat bisa kembali ke rumahnya masing-masing.
“Jika sudah dibuka saluran pembuangannya, maka airnya akan segera surut karena genangan air itu bukan disebabkan oleh luapan sungai melainkan karena adanya sumbatan gorong-gorong. Jadi setelah dibuka maka air akan kembali normal dan warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” jelasnya.
Menurut Yaser, air yang menggenangi Desa Tanjungberingin tersebut berasal dari daerah Tinggi yang mengalir ke desa tersebut dan langsung menggenagi rumah warga akibat saluran air yang tersumbat.
Namun Yaser memastikan warga desa bisa kembali ke rumah masing-masing beberapa jam kemudian setelah sumbatan saluran air bisa diatasi.
“Mungkin sore ini masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Karena itu hanya disebabkan karena saluran air yang tidak berfungsi maksimal. Setelah alat berat tiba dan membersihkan lokasi air akan kembali surut dan warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ktm-rambutan_20161004_025851.jpg)