Mahasiswa Heran Kertas Koran Ternyata Sepanjang Jalan Ampera-hingga Km 12
Mahasiswa Universitas Tridinanti ramai-ramai kunjungi Graha Tribun belajar jurnalistik
Penulis: Hartati |
Laporan Wartawan Tribun Sumsel.com, Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Usai mendengarkan penjelasan jurnalistik secara teori yang disampaikan Manajer Liputan Tribun Sumsel, mahasiswa Universitas Tridinanti juga mendapat penjelasan bagaimana koran Tribun Sumsel dicetak dan sampai ke tangan pembaca setiap pagi.
Mereka dikenalkan pada mesin percetakan, kertas koran, dan alat-alat percetakan lainnya yang sudah dijelaskan secara teori melalui power poin.
Manajer Percetakan Tribun Sumsel Al Wiyono menjelaskan percetakan dilakukan malam hari dimulai pukul 21.00 malam hingga subuh dengan mesin percetakan milik Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post sendiri.
Koran dicetak dengan dua metode yakni cetak warna dan hitam putih sesuai halaman yang akan dicetak yang naskahnya diterima dari redaksi.
Naskah dari redaksi kemudian dikoreksi terlebih dahulu apakah sudah benar dan tidak ada kesalahan, jika sudah benar maka akan langsung dicetak sesuai slot mesinnya masing-masing dengan jumlah eksplar sesuai pesanan.
Usai dicetak koran dilipat dan secara manual dan akan dikirim ke masing-masing daerah di Sumsel melalui ekspedisi untuk disampaikan pada pembaca.
"Koran dicetak dengan kertas, nah kertas itu digulung dalam satu rol dan panjangnya satu rol 13 km dan beratnya 400 kg sehingga kerjanya harus hati-hati dan mengutamakan keselamatan," terang Wiyono.