Herman Tertimpa Musibah Bertubi-tubi, Usai Saudara Meninggal Kini Mobil Jadi Korban Pecah Kaca
Ia baru sadar, ia telah menjadi korban bandit pecah kaca ketika ia hendak ikut menguburkan suadaranya tersebut.
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sial harus dialami oleh Herman (50), wagra Jalan Majapahit Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I ini.
Bagaimana tidak, ia harus menjadi korban bandit pecah kaca saat mobilnya tengah terparkir di kawasan Perumhan Ogan Permata Indah (OPI) Jalan Opi 6 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU I, Rabu (19/10/2016).
Atas kejadian tersebut, membuat Herman harus melapor ke Mapolresta Palembang.
Dihadapan petugas Herman mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika ia datang ke lokasi kejadian dengan mengendari mobil Toyota Fortuner miliknya dengan nopol BG 1048 DG.
Ia datang untuk melayat ke rumah saudaranya yang meninggal.

Herman saat mendatangi Mapolresta Palembang
Awalnya tak ada kecurigaan atas peristiwa tersebut. Herman bahkan sempat ikut menyolati saudaranya yang meninggal tersebut.
Ia baru sadar, ia telah menjadi korban bandit pecah kaca ketika ia hendak ikut menguburkan suadaranya tersebut.
Saat menuju mobilnya yang tengah terparkir, kaca mobil depan sebelah kiri sudah dalam pecah berantakan.
Atas peristiwa tersebut membuat Herman harus kehilangan sebuah tas sandang yang berisikan dokumen-dokumen dan surat-surat penting.
"Saudara saya meninggal, malah saya tertimpa musibah seperti ini. Yang hilang itu dokumen dan kontrak kerja pak, kalau uang hanya Rp 7.500. Saya harap pelakunya bisa tertangkap," ujar pria yang merupakan kontraktor ini.
Sementera Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk MH mengatakan, jika saat ini pihaknya telah menerima laporan korban, dan akan segera ditindaklanjuti.
"Anggota kita sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengungkap kasus ini," tegasnya.