Mengenal Sosok HM Noerdin Panji Tokoh Dibalik Nama Jalan Akses Bandara SMB II Palembang

Seperti Kolonel H Burlian, Kapten A Rivai dan Bambang Utoyo sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Palembang.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - H Muhammad Noerdin Pandji, salah satu nama jalan di Kota Palembang yang mempunyai dua lajur dengan panjang 5,25 Kilometer dan juga sebagai salah satu jalan alternatif untuk menyongsong Asian Games 2018.

Nah, mungkin bagi sebagian orang belum mengenal siapa sih sebenarnya HM Noerdin Pandji ini?

Pada umumnya nama jalan di Palembang, Sumatera Selatan diambil dari sebuah nama pahlawan yang turut berjuang dalam kemerdekaan.

Seperti Kolonel H Burlian, Kapten A Rivai dan Bambang Utoyo sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Palembang.

Namun tak sedikit yang mengetahui asal muasal nama tersebut disematkan kepada jalan.

Begitu pula dengan nama jalan HM Noerdin Pandji, selain Noerdin Pandji ini adalah bapak dari Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin.

Dia juga merupakan seorang Pejuang Kemerdekaan pada era revolusi fisik 1945-1949 begitulah yang dikatakan oleh Sejarahwan Sumsel, Kemas AR Panji saat dibincangi Tribunsumsel.com di kantornya di MAN 1 Jakabaring.

Laki-laki yang biasa dipanggil Ari ini memuturkan secara gambalang siapa HM Noerdin Pandji ini mulai dari karier militer Noerdin Pandji ini sendiri dirintis sejak 1943 pada masa pemerintahan Jepang dengan pangkat Letnan Dua tentara sukarela Jepang yang terkenal dengan sebutan Giyugun.

Pada saat Proklamasi Kemerdekaan yang diikuti oleh revolusi fisik. Noerdin Pandji berada dalam jajaran Pejuang Kemerdekaan di Sumatera Selatan dengan pangkat Mayor, selama revolusi fisik.

Berbagai jabatan di embannya antara lain, sebagai Komandan Batalyon Mobil dalam Komandemen Sub Teritorial Lampung (STL) dan sekaligus Komandan Front Utara STL di Kotabumi.

Noerdin Pandji yang lahir pada 3 November 1924 di Gunung Meraksa Kecamatan Pendopo Kabupaten Lahat ini ternyata anak dari putera H Pangeran Ibrahim dari Gunung Meraksa dan Hj Fatimah. 

Istri Noerdin Panji juga merupakan  puteri dari Pangeran Abdul Hamid yang berasala dari Sekayu Ibukota Marga Menteri Melayu di Kabupaten Musi Banyuasin.

Bagi Alex Noerdin baik dari pihak ayah maupun ibu berasal dari keluarga yang pernah menduduki jabatan tertinggi dalam marga dalam sistem pemerintahan marga yang tradisional. Bukan saja Pasirah atau Pangeran yang menjadi panutan bagi warganya akan tetapi para keluarga terutama anak-anak sedapat mungkin menjadi contoh keteladanan pula dalam masyarakat.

Selain itu selama karier dalam kemiliteran beliau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Devisi I di Lahat Sumatera Selatan. Kemudian Staf hubungan Komandan Sumatera Utara, Kepala Staf Resimen XI, Resimen 41 Lampung, Kepala Staf Brigade Garuda Hitam, Sub Teritorium Lampung dan terakhir Komandan Batalyon 205 Teritoriem II Sriwijaya. Kemudian pada 1961 Beliau mengundurkan diri dari kemiliteran atas permintaan sendiri dalam pangkat Mayor Infantri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved