'Walikota Terus Berganti Tapi Banjir Tak Pernah Usai'
"Banjir seperti ini sudah biasa, sudah ada belasan tahun seperti ini kami tidak kaget lagi,"
Penulis: Yohanes Tri Nugroho |
Laporan wartawan Tribun Sumsel, Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Air setinggi 20 centimeter masih menggenangi ratusan pemukiman penduduk yang berada di sisi aliran Sungai Bendung yang membelah Kota Palembang.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh termasuk anak anak sekolah yang terpaksa meliburkan diri karena air menggenangi seluruh bagian rumah mereka.
"Banjir seperti ini sudah biasa, sudah ada belasan tahun seperti ini kami tidak kaget lagi," ungkap Sukewi (53) warga Kelurahan Sekip Jaya, RT 07 RW 03, Ilir Timur 1, Palembang, Selasa (13/9/2016).
Ia menyebut banjir tersebut disebabkan karena meluapnya sungai bendung yang membentang membelah dari Kawasan Jalan Basuki Rahman hingga Jalan Veteran dan bermuara langsung ke sungai Musi .
Sungai Bendung yang melewati ratusan pemukiman tersebut menurutnya tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah sehingga dangkal dan dipenuhi sampah.
" Sungai sudah lama tidak dikeruk bagaimana air bisa mengalir baik, seharusnya harus ada pintu air untuk mengantisipasi air pasang, tidak tahu lagi, padahal walikota terus berganti tapi banjir tidak kunjung usai," ucapnya kesal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dua-bocah-melintas-di-lorong-dekat-aliran-sungan-bendung-yang_20160913_110114.jpg)