Pemilu Serentak 2019 Upaya Perkuat Pemerintahan
Hal ini diungkapkan Jimly saat hadir dan memberikan ceramah di hadapan para anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sumatera Selatan di
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,– Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie mengungkapkan, bahwa pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, Pemilihan Presiden bersamaan dengan Pemilihan Anggota Legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten) 2019 mendatang sebagai upaya memperkuat pemerintahan kedepan.
Hal ini diungkapkan Jimly saat hadir dan memberikan ceramah di hadapan para anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Aston Palembang, Sabtu (3/9/2016).
Menurutnya penyebutan pemilihan serentak cukup sederhana akan tetapi pada prakteknya sangat kompleks. Penyelenggaran Pemilu serentak 2019 sudah didahului dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di seluruh Indonesia.
Dia menambahkan, tahun 2024 bukan tidak mungkin Pemilu Presiden, Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah akan dilaksanakan secara serentak.
Jimly menjelaskan, kebijakan Pemilu serentak yang diketok palu oleh DPR RI sebagai langkah untuk menguatkan kedudukan pemerintah.
“Kalau sistem yang sekarang kan terjadi berkali-kali koalisi, paling ada tiga tahap koalisi, saat pemilihan presiden putaran pertama, koalisi putaran kedua dan koalisi pembentukab kabinet, jadi tidak utuh atau tidak sejati koalisi yang terbentuk,” jelas Jimly yang juga Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini.
Dilanjutkan Jimly, dengan sistem Pemilu serentak nanti hanya akan ada satu kali koalisi, yaitu saat pembentukan kabinet oleh Presiden dan Wapres terpilih.
"Bisa jadi yang terpilih adalah calon dari partai pemenang Pemilu bisa juga tidak. Yang masih menjadi pembahasan adalah kriteria parpol yang bisa mengusung calon Presiden,"tandasnya.
Sementara, Ketua DPW Sumsel, Erza Saladin dalam sambutannya saat pembukaan mengatakan kalau konsilidasi ini, akan menjadi penguatan para kader PKS yang ada di parlemen.
"Anggota dewan merupakan corong efektif, untuk mengedepankan kepentingan publik," ujar Erza.
Ditambahkan mantan anggota DPRD Sumsel ini, dengan kegiatan ini tidak ada keraguan bergerak dalam mengoptimalkan peran PKS sebagai parpol yang berkhidmat untuk rakyat.
Sebanyak 43 Aleg PKS yang terdiri dari Anggota DPRD Kabupaten/Kota, Anggota DPRD Propinsi dan Anggota DPR RI. 43 aleg tersebut akan mengikuti serangkaian acara selama dua hari dari tanggal 3 hingga 4 September 2016.