Gubernur Alex Noerdin Paparkan Implementasi Restorasi Lanskap pada The Bonn Challenge Amerika Panama
The Bonn Challenge secara langsung dibuka oleh Wakil Presiden Panama Isabel Saint Malo
Sementara itu, Menurut Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani mengatakan, Masyarakat Sumsel patut berbangga dengan keberadaan Gubernur Sumsel H AlexNoerdin pada forum di Panama ini, Alex Noerdin diminta untuk menyampaikan pembelajaran dari pengalaman atau lesson learn tentang implementasi restorasi lanskap dari Sumsel dalam waktu singkat.
Tentunya negara-negara mitra global telah memonitor dan memetakan bahwa Alex Noerdin adalah Gubernur yang mempunyai visi, leadership dan terobosan tentang perubahan iklim.
Hal ini terbukti bahwa pada bulan akhir Agustus dan September 2016 Gubernur Sumsel diundang sebagai pembicara pada Annual Meeting di Jalisco Mexico, International Conference IUCN di Honolulu Hawai dan Climate Action and Sustainability di New York, dan pada bulan November 2016 diagendakan berbicara pada Europe Energy Forum di Kopenhagen dan Cop 22 di Marakess Maroko.
Sebelumnya, pada berbagai forum dunia lainnya Alex Noerdi tampil sebagai pembicara yakni di Forum Pemimpin Dunia Cop 21 Paris Desember 2016 yang di wawancarai khsusus oleh Leonardo de Caprio, serta pada The Oslo REDD Exchange di Norwegia Juni 2016.
Dalam lawatan terakhir di Norwegia, Belanda dan Denmark Juni 2016 lalu, berkat kepiawaian menyakinkan dan rekam jejak yang teruji, telah membuahkan hasil dimaman Jakabaring akan menjadi show case kendaraan hydrogen.
Dari NICFI Norwegia dan IDH Belanda membantu penyususan Grand Strategy dan Business Development Plan Green Growth landscape Sumsel yang dikerjakan ICRAF.
Sebagai informasi bahwa The Bonn Challenge atau tantangan Bonn adalah suatu inisiatif dan ide yang besar dari pemimpin-pemimpin dunia yang peduli dan perubahan iklim untuk melakukan restorasi lanskap hutan yang kritis.
Organisasi ini diluncurkan pertama kali pada September 2011 dalam suatu acara di Kementerian Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oelh Pemerintah jerman dan the international Union for Conservation of Nature (IUCN) serta didukung oleh organisasi Kemitraan Global untuk pemulihan Landskp hutan/the global Partnership on Forest landscape Restoration (GPFLR).
Targetnya pada tahun 2020 untuk melakukan merestorasi 150 juta hektar tanah kritis atau rusak dan gundul, dan ditingkatkan menjadi sebesar 200 juta hektar pada tahun 2030 sesuai Deklarasi New York tentang Hutan Tahun 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/alex-noerdin-panama_20160830_134428.jpg)