SBY Kritik Pemerintahan Jokowi di Saat Sang Presiden Pamer Domba
Mulai dari janji Jokowi menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang dinilai SBY sekadar retorika, hingga perihal dominasi Tiongkok di Asia Tengga
"Kalau ini terjadi, 10 tahun yang akan datang ada krisis sumber daya di daratan. Resourcess stress. Konservasi minim, eksploitasi berlebihan," ujarnya.
SBY juga mengingatkan pemerintah untuk tidak terfokus membangun infrastruktur di darat.
"Jangan puas membangun transportasi darat. Kereta api penting memang, jalan penting, tapi ingat laut dan udara juga diperlukan," kata SBY.
Bagi SBY, seharusnya pelabuhan dan bandara lebih banyak dibangun pemerintah.
"Perikanan juga jangan salah kelola ikan, pariwisata eko tourisme di Indonesia timur banyak yang bisa jadi obyek wisata, pembangunan masyarakat pesisir," tuturnya.
Tak ketinggalan pula SBY mengingatkan pemerintahan Jokowi agar tidak terfokus pada satu negara tertentu untuk melakukan kerja sama dalam membangun ekonomi di ASEAN.
"Konon Tiongkok akan mengajak kita semua membangun ekonomi di ASEAN, masuk India terus sampai ke bagian Timur dari Eropa. Saya ingatkan jangan dilakukan oleh Tiongkok apalagi kalau dikontrol oleh Tiongkok," kata SBY.
Yudhoyono menilai, semua negara di ASEAN termasuk di Indonesia harus mengontrol semua perkembangan di kawasan Asia Tenggara.
"Jadi kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan kita bisa mengembangkan potensi-potensi kita," ujarnya.
Kambing Jokowi
Saat SBY mengkritik, Jokowi sedang mengikuti kontes kambing-domba yang digelar di halaman belakang taman Istana Bogor. Kontes ini diikuti sekitar 750 peserta.
Kontes kambing-domba Piala Presiden ini baru pertama kali digelar. Peserta datang dari Jakarta, Bogor, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DI Yogyakarta.
Sejak pagi kawasan Istana Bogor yang biasanya steril, dipenuhi ribuan warga untuk mengikuti kontes serta menyaksikan kontes tersebut.
Kambing dan domba omba yang dikonteskan adalah kambing lokal, terutama domba asal Garut.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, kontes domba-kambing ini bagian dari memberdayakan peternak dan mengkampanyekan konsumsi daging. Mengingat konsumsi daging warga Indonesia sangat rendah yakni hanya 2,5 kg per tahun.
Jokowi mengatakan bahwa domba dan kambing berkembang biak cepat sekali.
"Jadi alternatif yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein. Ini perlu didorong," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, saat ini masih fokus pada daging sapi, sehingga perlu digeser dengan mengembangkan ternak domba dan kambing dalam memunuhi protein hewani tersebut. Apalagi ternak kambing dan domba tidak membutuhkan lahan yang luas seperti ternak sapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/domba-garut-milik-jokowi-yang-dilepas-di-halaman-istana-bogor_20160828_141406.jpg)