SBY Kritik Pemerintahan Jokowi di Saat Sang Presiden Pamer Domba

Mulai dari janji Jokowi menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang dinilai SBY sekadar retorika, hingga perihal dominasi Tiongkok di Asia Tengga

Tayang:
TRIBUN BOGOR
Domba garut milik Jokowi yang dilepas di Halaman Istana Bogor 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik keras pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang tanggal 20 Oktober nanti genap berusia dua tahun.

Mulai dari janji Jokowi menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang dinilai SBY sekadar retorika, hingga perihal dominasi Tiongkok di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sementara itu, Presiden Jokwoi justru semringah saat mengikuti kontes domba dan kambing di halaman belakang Istana Bogor, Sabtu (27/8/2016) kemarin.

Empat domba Jokowi dipamerkan meski kalah gagah dari domba Garut bernama Bejo yang harganya tembus Rp 60 juta.
Kemarin, SBY menghadiri wisuda ke-XV Universitas Al Azhar Indonesia di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

SBY mengenakan setelan jas berwarna hitam dipadu kemeja putih dan dasi berwarna hijau. Ibu Ani Yudhyono turut hadir menemani SBY. Ibu Ani mengenakan kebaya berwarna hijau dan kerudung berwarna putih.

Dalam acara ini juga hadir Ketua YPI Al Azhar, Jimly Asshidiqqie, Ketua Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, Muhammad Suhadi, Mantan Menpora Roy Suryo, dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.

SBY mendapat panggung kehormatan menyampaikan orasi ilmiah bertema 'Membangun Ekonomi Indonesia Berbasis Benua Maritim serta Nilai-nilai Agama dan Budaya'.

Kesempatan itu tak disia-siakan SBY untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan Jokowi.

Dengan lugas, SBY menyindir upaya pemerintah Jokowi dalam mewujudkan negara poros maritim. Menurutnya, poros maritim yang selalu digaungkan Jokowi belum terlihat secara nyata hingga saat ini.

"Saya sering mendengar kita ini bangsa maritim, negara kepulauan wajib hukumnya harga mati pembangunan kita berwawasan maritim. Tapi yang saya dengar, yang saya ikuti sebatas retorika," tegas SBY.

SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat itu menilai, kondisi maritim Indonesia tidak akan berubah jika hanya sebatas menggaungkan retorika.

"Without action, without policy, without actual program to be implementation (tanpa tindakan, tanpa kebijakan dan tanpa program yang dilaksanakan secara nyata)," kritik SBY.

Daratan

SBY menilai, jika pemerintah tidak memiliki wawasan maritim dalam pembangunan ekonomi maka pemerintah hanya memikirkan dan mengurus sumber dan potensi yang ada di daratan.

Justru itulah yang bisa membuat krisis sumber daya di daratan.

"Kalau ini terjadi, 10 tahun yang akan datang ada krisis sumber daya di daratan. Resourcess stress. Konservasi minim, eksploitasi berlebihan," ujarnya.

SBY juga mengingatkan pemerintah untuk tidak terfokus membangun infrastruktur di darat.

"Jangan puas membangun transportasi darat. Kereta api penting memang, jalan penting, tapi ingat laut dan udara juga diperlukan," kata SBY.

Bagi SBY, seharusnya pelabuhan dan bandara lebih banyak dibangun pemerintah.

"Perikanan juga jangan salah kelola ikan, pariwisata eko tourisme di Indonesia timur banyak yang bisa jadi obyek wisata, pembangunan masyarakat pesisir," tuturnya.

Tak ketinggalan pula SBY mengingatkan pemerintahan Jokowi agar tidak terfokus pada satu negara tertentu untuk melakukan kerja sama dalam membangun ekonomi di ASEAN.

"Konon Tiongkok akan mengajak kita semua membangun ekonomi di ASEAN, masuk India terus sampai ke bagian Timur dari Eropa. Saya ingatkan jangan dilakukan oleh Tiongkok apalagi kalau dikontrol oleh Tiongkok," kata SBY.

Yudhoyono menilai, semua negara di ASEAN termasuk di Indonesia harus mengontrol semua perkembangan di kawasan Asia Tenggara.

"Jadi kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan kita bisa mengembangkan potensi-potensi kita," ujarnya.
Kambing Jokowi

Saat SBY mengkritik, Jokowi sedang mengikuti kontes kambing-domba yang digelar di halaman belakang taman Istana Bogor. Kontes ini diikuti sekitar 750 peserta.

Kontes kambing-domba Piala Presiden ini baru pertama kali digelar. Peserta datang dari Jakarta, Bogor, Jawa Tengah, Jawa Barat dan DI Yogyakarta.

Sejak pagi kawasan Istana Bogor yang biasanya steril, dipenuhi ribuan warga untuk mengikuti kontes serta menyaksikan kontes tersebut.

Kambing dan domba omba yang dikonteskan adalah kambing lokal, terutama domba asal Garut.

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, kontes domba-kambing ini bagian dari memberdayakan peternak dan mengkampanyekan konsumsi daging. Mengingat konsumsi daging warga Indonesia sangat rendah yakni hanya 2,5 kg per tahun.

Jokowi mengatakan bahwa domba dan kambing berkembang biak cepat sekali.

"Jadi alternatif yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein. Ini perlu didorong," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini masih fokus pada daging sapi, sehingga perlu digeser dengan mengembangkan ternak domba dan kambing dalam memunuhi protein hewani tersebut. Apalagi ternak kambing dan domba tidak membutuhkan lahan yang luas seperti ternak sapi.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved